Main Menu

Indonesia Kecam Serangan Bom di Mesir

Tian Arief
10-04-2017 12:43

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Indonesia mengecam rangkaian aksi teror serangan bom, yang terjadi pada Minggu (9/4), di beberapa gereja Koptik di Tanta dan Alexandria, Mesir, yang menyebabkan korban tewas dan luka-luka. Pemerintah Indonesia juga mengecam rangkaian serangan teroris yang diarahkan kepada warga sipil yang sedang menjalankan ibadah, seperti disampaikan dalam pernyataan pers dari Kementerian Luar Negeri RI, di Jakarta, Senin (10/4).

Kemlu RI menyatakan, Pemerintah RI terus mengikuti perkembangan kondisi di Mesir tersebut dan menyampaikan simpati dan duka cita kepada rakyat dan pemerintah Mesir, khususnya kepada para korban dan keluarga korban.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan solidaritas penuh kepada Pemerintah dan rakyat Mesir dalam masa sulit ini.Indonesia yakin Pemerintah Mesir akan dapat segera mengungkap pelaku rangkaian tindakan teror tersebut dan segera membawa pelaku ke muka pengadilan," kata pernyataan pers yang ditandatangani Menlu RI itu.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo terus berkomunikasi dengan komunitas Indonesia di Mesir. Di Alexandria, tercatat terdapat 128 warga negara Indonesia (WNI) dan di Tanta terdapat 21 WNI.



Menurut KBRI Kairo kepada Antara, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam kejadian teror bom di Mesir itu. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline KBRI Kairo pada nomor +20 102 222 9989.

Sebelumnya diberitakan, setidaknya 36 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan bom di dua gereja koptik, pada Minggu. Serangan ini terbaru pada agama minoritas yang semakin menjadi target milisi.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab pada serangan tersebut, yang terjadi seminggu sebelum paskah koptik dan dalam bulan yang sama Paus Fransiskus dijadwalkan untuk mengunjungi Mesir.

Pengeboman pertama terjadi di Tanta, sebuah kota Delta Nil, kurang dari 100 kilometer di luar Kairo, menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai setidaknya 78 orang. Demikian keterangan Kementerian Kesehatan Mesir.

Serangan yang kedua dilakukan hanya beberapa jam kemudian oleh pelaku bom bunuh diri di Alexandria dan menewaskan 11, termasuk tiga polisi, dan melukai 35 orang.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
10-04-2017 12:43