Main Menu

Arsul Sani Tantang LSM Kontra Angket KPK Bertemu di Forum Ilmiah

Wem Fernandez
11-07-2017 12:11

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani (ANTARA/Agung Rajasa/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Polemik terkait keberadaan Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus KPK) masih muncul ke publik. Tidak sedikit pengamat dan pakar hukum tata negara yang mengemukakan argumentasi mereka terkait keabsahan hak angket ini.


Pada Senin (10/7), kemarin pakar hukum Yusril Ihza Mahendra juga mengemukakan tafsir soal hak angket. Sejak zaman dahulu hingga sekarang angket sudah melekat sebagai salah satu hak dari lembaga wakil rakyat. Artinya, DPR melalui mekanisme yang ada dapat menggunakan hak ini kepada KPK.

Usai Yusril, peneliti di Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada Hifdzil Alim juga melontarkan argumentasinya. Logika berpikir Yusril kacau jika menyebutkan KPK bisa di-angket oleh DPR lantaran KPK dibuat dengan undang-undang. Dengan logika yang sama, apakah lembaga negara lain seperti Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung (kekuasaan kehakiman) juga bisa diangket oleh DPR? Tentu tidak, kata Hifdzil.

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani saat dimintai pendapat menjawab diplomatis soal polemik ini. Harus ada forum ilmiah yang mempertemukan para pakar untuk mengemukakan argumentasi soal tafsir UU.

"Saya bilang kita bertemu saja di forum yang rada ilmiah. Kan bisa di forum diskusinya, kita kalau mau kita fasilitasi berdebat lah kita di situ. Kalau di pansus berdebat kan tidak elok, ya di forum diskusi," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga meminta LSM untuk bertemu lewat forum ilmiah dan menyampaikan argumentasi, ketimbang berbicara banyak di media. Arsul akan menanyakan hal ini kepada Pansus Hak Angket KPK.

"Ya saya belum tahu, saya kan baru kembali. Nanti saya tanya sama temen-teman Pansus. Nanti kan baru rapat siang setelah itu," kata dia.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
11-07-2017 12:11