Main Menu

Megawati Gekeng-geleng Kepala Saat Jokowi Dicap Diktaktor

Abdul Rozak
15-08-2017 14:40

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (GATRAnews/Abdurachman/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hanya geleng-geleng kepala saat Presiden Jokowi disebut diktator. Tudingan itu datang karena Jokowi menerbitkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas.


Tudingan Jokowi sebagai diktator datang dari Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Politisi Partai Gerindra itu mengubar ucapannya di media sosial (medsos) Twitter, @fadlizon, belum lama ini.

"Ramai di medsos presiden dibilang diktator. Saya bilang buat mereka itu? Susah-susah kita, termasuk saya, bikin reformasi, kok serkarang presiden dibilang diktator," ungkap Megawati dalam Dialog Kebangsaan 'Mengelola Keberagaman Meneguhkan Kebangsaan' di Auditorium LIPI, Jakarta Selatan, Selasa (15/8) pagi.

Dalam perppu itu, ormas yang menolak Pancasila bisa dibubarkan tanpa melalui pengadilan. Menurut Mega, Perppu Ormas saat ini dibutuhkan karena NKRI dalam kondisi darurat dan rawan perpecahan.

"Kalau negara dalam keadaan darurat, bahaya, apa kita hanya diam saja. Jadi mohon maaf saya bela Presiden (Jokowi) dalam hal ini," pungkas Presiden kelima RI.

Dialog Kebangsaan LIPI dengan tema Mengelola Keberagaman Meneguhkan Keindonesiaan digelar dalam rangka HUT RI ke-72 dan HUT LIPI ke-50. Selain Megawati, dialog itu diisi oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan BJ Habibie.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
15-08-2017 14:40