Main Menu

Demi Serapan Air Tanah, Pemerintah Segera Lebarkan Jalur Puncak

Dani Hamdani
29-08-2017 16:11

Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa (GATRAnews/Muha Zainal/AK9)

Bandung, GATRAnews - Kelanjutan pembangunan Jalur Puncak 2 kemungkinan besar tertunda karena pemerintah lebih memprioritaskan memperlebar jalur Puncak 1 Bogor-Cianjur guna mengurangi kemacetan. Berdasarkan telahaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pembangunan jalur puncak 2 butuh kajian lebih mendalam.

 

"Kajian lebih mendalam untuk jalur Puncak 2 sangat penting mengingat ini erat kaitannya dengan masalah lingkungan," kata Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar) Iwa Karniwa di Bandung, Selasa (29/8/2017).

 

Menurutnya, Presiden Joko Widodo pun sudah dilapori pihak Kementerian terkait persoalan lingkungan di kawasan Bogor-Cianjur. Salah satu yang paling krusial menurut Iwa adalah pembangunan jalur puncak 2 akan memicu banyaknya pemukiman.

 

"Artinya kondisi resapan air tanah di atas kawasan Puncak diprediksi akan rusak," ungkap Iwa.

 

Pemerintah pusat memastikan akan mengakomodir usulan dari Gubernur Jabar dan Bupati Bogor untuk memprioritaskan pelebaran jalur Puncak 1. Mengingat hambatan pelebaran ini terletak pada penempatan warung dan pedagang kaki lima di sepanjang ruas tersebut.

 

“Apabila jalan puncak 1 dikerjakan, maka pusat menilai pembangunan puncak 2 tidak perlu dilakukan," ujarnya. 

 

Dari rapat terakhir pihaknya bersama Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), sambung Iwa, tergambar jika persoalan penempatan pedagang di kanan-kiri jalur Puncak 1 bisa diselesaikan dengan penyiapan lahan. Pertama, lahan untuk mendukung pelebaran dan penataan jalur Puncak 1. 

 

"Lalu lahan dan pembangunan kantong-kantong untuk memindahkan warung dan pedagang kaki lima,” ujarnya.

 

Pemprov Jabar sendiri awalnya berharap pemerintah bisa segera membangun jalur Puncak 2 mengingat sudah ada lahan yang disiapkan. Namun mengingat daya dukung lingkungan studi kelayakan sudah dilakukan pemerintah untuk membangun jalur Puncak II.

 

Kondisi eksisting jalan saat ini di wilayah Cipanas-Ciawi dinilai Iwa bisa menjadi gambaran betapa pentingnya studi lama yang dilakukan diperbaharui kembali. “Ini paling mungkin mengatasi berbagai persoalan seperti kecelakaan dan kemacetan,” ujar Iwa.


Reporter: Muha Zainal

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
29-08-2017 16:11