Main Menu

Indonesia-Malaysia dalam 60 Tahun Hubungan Diplomatik: Ibarat Saudara Kembar

Nur Hidayat
20-09-2017 23:01

Dubes Malaysia, Zahrain Hashim (ketiga kanan) dan Mendikbud Muhadjir (kedua kanan) dalam acara peringatan 60th hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia (GATRAnews/Nur Hidayat)

Kompang dan Keris pusaka bangsa

Diguna untuk berpesta ria

Malaysia Indonesia 60 tahun bersama

Dirgahayu Malaysia, Dirgahayu Indonesia!

Jakarta, GATRAnews - Demikianlah pantun yang dinyatakan Dubes Malaysia untuk Indonesia, Datuk Zahrain Mohamed Hashim dalam sambutan pada acara Gala Dinner dan Konser Peringatan Hubungan Diplomatik Indonesia-Malaysia ke-60, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu malam (20/9).

Acara tersebut berlangsung cukup meriah dan ruangan dipenuhi para undangan.  Tampak hadir sejumlah politikus, tokoh masyarakat, pengusaha dan pejabat tinggi negara. Diantaranya, tampak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy; Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Datuk Seri Dr Salleh Said Keruak; Ketua DPR RI, Osman Sapta; Menkominfo, Rudiantara; Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil; serta Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. 

Tahun ini, menurut Zahrain, merupakan masa yang penting baik bagi Indonesia dan Malaysia. "Kedua negara bersaudara ini membentuk ikatan diplomatik tak lama setelah kemerdekaan Malaysia dengan misi diplomatik di Jakarta, 10 Oktober 1957," kata Zahrain.

Kini lanjut Zahrain, kondisi hubungan dan kemitraan Indonesia-Malaysia di bidang politik, sosial dan ekonomi telah sangat baik sekali. "Sebagai Duta Besar Malaysia ke Indonesia, saya bertekad untuk membawa hubungan baik kita ini ke tingkat yang lebih tinggi. Saya memegang prinsip prosper thy neighbour yang berarti sejahterakan tetangg kamu. Maka dengan ini saya juga harus memastikan Indonesia turut maju dengan membawa investasi-investasi bernilai tinggi dari Malaysia untuk rakyat Indonesia," katanya.  

Walau begitu, Zahrain mengaku dalam tiap-tiap hubungan pastilah ada batu sandungan.  "Keakraban Malaysia dan Indonesia amat luar biasa. Umpama seperti saudara kembar yang nakal dalam jenakanya, tetapi penuh kasih dan hormat dalam hubungannya," kata Zahrain. Sebab itulah, "Telah menjadi tugas kita bersama," kata Zahrian, üntuk mencari titik persamaan agar kita menjadi satu asas bangsa serumpun yang maju dan damai."

Sebagai sambutan balasan, Mendikbud, Muhadjir Effendy, menyambut baik pidato Zahrain. Muhadjir menyebutkan Indonesia dan Malaysia memang sama-sama memiliki keberagaman serta kesamaan. Mengutip soal hubungan saudara kembar, Muhadjir mengatakan ada kalanya terjadi hubungan yang tidak baik. "Tetapi tentu saja lebih baik tidak ada hubungan yang tidak akrab," kata Muhadjir. 

"Kita berjalan bergandengan tangan untuk melanjutkan hubungan kedua negara berjalan lebih baik. Menandai momen 60 tahun hubungan kedua negara, kita tidak hanya meningkatkan kerjasama, tetapi juga peran dalam menjaga perdamaian dunia," tegas Muhadjir. Salah satu aspek perdamaian dunia itu, menurut Muhadjir, antara lain menekan berkembangnya terorisme di kedua negara. "Kebetulan dalam peristiwa yang lalu telah menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat akrab antara teroris Indonesia dan Malaysia. Tentu saja ini menjadi tugas kita bersama untuk memerangi terorisme," katanya lagi. 

Acara Makan malam itu juga menghadirkan sejumlah artis kondang seperti Amy Search, Rossa, Mokhzani Ismail, Kamila dan sebagainya. 


Reporter: Nur Hidayat

 

Nur Hidayat
20-09-2017 23:01