Main Menu

Pesan Menkeu Sri Mulyani untuk Mahasiswa Indonesia di Belanda

Nur Hidayat
27-09-2017 21:33

Kunjungan kerja Sri Mulyani ke Belanda (GATRAnews/Yuke Mayaratih/AK9)

Den Haag, GATRAnews - Menteri keuangan Sri Mulyani berpesan kepada mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Belanda untuk mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk mengambil atau memanfaat kan resources yang begitu banyak di Belanda.

“Kalau dulu Belanda mengambil begitu banyak dari Indonesia, sekarang waktunya kita mengambilnya kembali. Supaya kita bisa learn from the past. Peduli dengan negara dengan ambisi yang benar. Gunakan setiap waktu dan kesempatan untuk menggali lebih banyak lagi. Anatara lain banyak berkunjung ke perpustakaan atau ke museum. Membaca literatur yang tersebar begitu banyak seperti di universitas Leiden dan sebagainya," kata Sri Mulyani, Selasa (26/9). 

Menggali dan mencari lebih banyak, belajar lebih baik supaya bisa menjadi aset negara. Lihat geopolitik supaya menjadi bijaksana dalam perjaklanan untuk mencapai indonesia seperti yang diinginkan pendiri bangsa. Jangan buang kesempatan yang ada.

Sri Mulyani mengatakan bahwa saat ini ia sedang membaca buku tentang riwayat Pangeran Diponegoro 1785- 1855 yang ditulis Peter Carey. Dalam buku itu ditulis bagaimana pengalaman antara Indonesia dengan Belanda. Ada eksploitasi, ada ketidakadilan antara petani dan penguasa, dari segi pemerintahan juga ada korupsi dan lain-lain.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani, pada akhir acara silaturahmi dengan masyarakat Indonesia di KBRI Den Haag yang berlangsung selama 1,5 jam. Saat itu masyarakat mendengarkan penjelasan yang disampaikan menteri keuangan RI dengan serius, meski Sri Mulyani tampak begitu santai menanggapi 6 pertanyaan dari mahasiswa dalam suasana yang santai. Antara lain tentang e-commerce, property intellectual right (kekayaan hak intelektual) dan social security sistem.

Sementara Duta Besar Indonesia untuk kerajaan Belanda juga menyiitir ucapan Isaac Newton, seorang ahli fisika, penemu gaya gravitasi bumi. Newton mengatakan, "saya bisa melihat lebih jauh dari orang lain, karena saya berdiri dipundak para raksasa," katanya. Para raksasa yang dimaksud adalah ilmuwan besar yang lebih dulu muncul sebelum Isaac Newton. Acara berakhir tepat pukul 10 malam dan ditutup dengan santap malam bersama.


Repoter: Yuke Mayaratih 
Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
27-09-2017 21:33