Main Menu

Dicabut Penghargaan oleh KBRI Belanda, Dwi Hartanto Minta Maaf

Nur Hidayat
05-10-2017 05:05

Dwi Hartanto (Koleksi pribadi/yus4)

Deventer, gatracom - “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ya, jadi seperti ini akhirnya. Saya manusia biasa tempatnya salah dan khilaf. Mohon dengan kebesaran hati, untuk berkenan memaafkan saya". 

Pernyataan tersebut diakhiri dengan ikon menangis. Demikianlah Dwi Hartanto menjawab pertanyaan koresponden Gatra.com di Belanda yang disampaikan melalui pesan singkat Whatsapp, Rabu (4/10) waktu setempat di Deventer, Belanda. 

Dwi menambahkan “Mohon bantuannya juga kalau berkenan nih. Saya hanya mohon kebesaran hati untuk bisa memaafkan saya yang khilaf dan bisa membimbing serta menjadikan saya menjadi lebih baik. Itu saja permohonan saya, kalau masih berkenan".

Pesan itu lagi-lagi diakhiri dengan ikon menangis. Sebelumnya pernah diberitakan sebagai pelajar berprestasi dan mendapatkan berbagai penghargan bidang kedirgantaraan.

Salah satunya ialah menang dalam kompetisi riset kategori Space craft and Technology yang diikuti oleh seluruh lembaga antariksa di seluruh dunia.

Ternyata, setelah diselidiki sejumlah pihak tertentu, pernyataan itu hanya kebohongan belaka. Kabar ini kemudian mengungkap kebohongan lainnya yang pernah disampaikan Dwi kepada media massa.

Saat mendengar kabar bahwa prestasi yang didapat Dwi Hartanto adalah fiktif, pihak KBRI Belanda langsung mengundang Dwi untuk menyampaikan kebenaran informasi yang selama ini berkembang luas di berbagai media di Indonesia.

Menurut sumber Gatra.com yang tidak mau disebut namanya, Dwi Hartanto sudah mengakui seluruh kekeliruan yang dilakukannya di depan pejabat KBRI Den Haag. Yaitu menyampaikan informasi yang tidak benar.

“Karena itulah KBRI mestinya berhak dan layak untuk mencabut pemberian penghargaan tersebut,” jelas nara sumber itu.


Reporter: Yuke Mayaratih
Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
05-10-2017 05:05