Main Menu

GNI Berbangsa Resmi Mendapat SK Legalitas Kemenhukham

Nur Hidayat
27-09-2017 12:27

Transtoto Handadhari (tiga kiri) saat menerima SK beserta sejumlah aktivis GNI Berbangsa (Gatrafoto/dok)

Jakarta, gatracom - GNI Berbangsa, lembaga yang bergerak terutama dalam bidang kebangsaan, telah mendapat Surat Keputusan (SK) resmi pengesahan sebagai suatu perkumpulan. Pendiri sekaligus Ketua Umum GNI Berbangsa, Dr Transtoto Handadhari menerima SK MENHUKHAM Nomor AHU-0012971.ah.01.07.Tahun 2017 Tanggal 4 September 2017 melalui Nota Akte Notaris Dr. Tintin Surtini, SH, MH, Mkn Tanggal 3 Agustus 2017 Nomor 08, Rabu (27/9).

“GNI-BERBANGSA mengutamakan persatuan-kesatuan bangsa, saling menghormati perbedaan dalam kebhinekaan, perjuangan bela-negara NKRI, dan melakukan pembangunan keberadaban dan martabat bangsa, memajukan kesejahteraan rakyat serta advokasi praktik-praktik kebangsaan, kenegaraan dan pembangunan di segala bidang," kata jelas Transtoto di dampingi tokoh nasional Prof. Sri Adiningsih sebagai salah satu Pembina dan Sekjen GNI-Berbangsa Rudhito Widagdo.

“Basis dari GNI-BERBANGSA utamanya tetap dalam rangka menyelamatkan dan merawat secara jujur tanpa kecurangan (NO CHEATING) bumi dan alam lingkungan sebagaimana yang dilakukan oleh Yayasan Green Network Indonesia selama 7 (tujuh) tahun yang merupakan lembaga metamorfosiknya”, tambah Transtoto, mantan Dirut Perhutani ini.

“Edukasi kebangsaan maupun lingkungan dan kesejahteraan akan kami lakukan juga melalui media seni-budaya, dan sedang kami persiapkan membuat channel stasiun televisi agar lebih luas cakupannya. Sedangkan untuk yang terkait geo-politik akan disesuaikan dengan arah kebijakan kepolitikan yang bermanfaat untuk rakyat," kata Gunarso.

“Dalam waktu dekat kami akan bekerjasama dengan berbagai badan di dalam maupun di luar negeri yang konsen yang diharapkan mulai dapat melakukan pelaksanaan program lapangan jangka panjang dan berkesinambungan antara lain di Sumba, Kalimantan Utara, Morotai dan daerah timur lainnya, plus daerah budaya Jogjakarta," katanya lagi. 

Lembaga ini mendapat dukungan sejumlah tokoh yang menjadi pengurus di pusat maupun daerah. Dalam rilis yang diterima Gatra.com, terdapat sejumlah nama tokoh. Misalnya saja Dirut Bulog Djarot Kusumayakti, Ketua Dewan Tim Pertimbangan Presiden Prof Sri Adiningsih, Stafsuspres Komjen Pol (Pur) Gregorius Mere, mantan Direktur Pertamina Ir. Rukmi Hadihartini, Sekjen Kompolnas Irjen Pol (Pur) Bekto Suprapto, Diplomat Senior Rudhito Widagdo, MBA, CEO Rakabu Sejahtera Ir. Bambang Supriyambodo, Prof. Bustanul Arifi dari INDEF, Sekjen Kemen LHK Dr. Bambang Hendroyono.

Begitu juga dengan GBPH Prabukusumo dari Kasultanan Ngayogyokarto, mantan Danden Kopassus, Letjen TNI Rasyid Qurnaen, Marda TNI-AU Suwitno Adi, mantan Dan Paspamres Mayjen TNI Suwandi, Dr. Petrus Gunarso, mantan Direktur Perum Perhutani Dr. Tjipta Purwita, Dr. Eddy Limantoro, dosen UGM Prof. Cahyono Agus, Mantan Ketua BIG Dr. Asep Karsidi, Dra. Lydia Assegaf, anggota DPR Dina Hidayana, mantan Wakil Ketua BPKRI Sapto Amal, SAM LHK Dr. Agus Justianto, Diah Suradiredja, Ika Yulianti-Seniman serta banyak lainnya, sampai yang termuda dr. Fransiska Indrayani Marpaung-UKWM Surabaya. 


Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
27-09-2017 12:27