Main Menu

Rembuk Nasional, Aspirasikan Masalah Daerah ke Pusat

Umaya Khusniah
22-10-2017 21:22

Rembuk Nasional (Dok. Twitter/@DPDRI/AK9)

Jakarta, Gatra.com - JIExpo Kemayoran Jakarta akan menjadi saksi diadakannya Rembuk Nasional 2017 yang bertema Membangun untuk Kesejahteraan Rakyat pada Senin (23/10). Acara ini sebagai ajang untuk masyarakat mengkritisi kinerja kepemimpinan Jokowi selama tiga tahun. "Lewat acara ini pemerintah yang berkuasa membuka diri dan minta untuk dikritisi kinerjanya", ujar anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sidarto Danusubroto dalam acara konferensi pers tentang Rembuk Nasional 2017 di kantor Watimpres Jakarta Pusat, Minggu (22/10). 

Meski acara ini sudah sering diadakan, namun Rembuk Nasional 2017 kali ini berbeda dengan acara serupa sebelumnya. Sebelum acara puncak, sebelumnya, pemerintah menyelenggarakan Rembuk Daerah yang diadakan dalam waktu satu bulan enam hari sejak dimulai 14 September diakhiri 20 Oktober 2017. 

Rembuk Daerah diadakan di 16 universitas ternama di 14 provinsi. Ke 16 rembuk  daerah ini membahas 12 bidang rembuk. Acaranyapun dihadiri oleh para stake holder di daerah termasuk pihak Perguruan tinggi yang untuk kali pertama ini ikut dilibatkan secara langsung. Selain akademisi ada pula kalangan intelektual, pelaku usaha, lembaga non pemerintah dan masyarakat terdampak pembangunan seperti nelayan dan petani.

Dalam acara Rembuk Daerah tak hanya membahas mengenai kinerja pemerintah namun juga usulan untuk kepemimpinan Jokowi dua tahun ke depan. Para peserta dalam Rembuk Daerah juga akan terlibat dalam Rembuk Nasional 2017. Acara ini berlangsung sehari penuh dan malamnya, hasilnya akan dilaporkan langsung kepada presiden.



Acara Rembuk Nasional juga dibagi dalam 12 bidang rembuk, sama seperti yang terjadi di Rembuk Daerah. Mulai dari Pengelolaan Polhukam dan Ketahanan Nasional; Merawat Kebhinekaan & Memperkokoh NKRI; Menata Ekonomi, Industri & Perdagangan; Mempercepat Pembangunan Infrastruktur & Konektifitas; Menuju Kedaulatan Pangan dan Mengelola Keamanan Pangan; Mengelola Pertambangan dan Ketahanan Energi Nasional; Kemaritiman dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan; Menata Lingkungan, Kehutanan dan Pertanian; Mengelola Kesejahteraan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial; Pembangunan Sumber Daya Manusia Terperbarukan dan Pendidikan Vokasi; Membangun Desa Berbasis Wisata, Budaya dan Industri Kreatif; dan terakhir Cyber Resilience: Melindungi Pengololaan Data dan Diseminasi Informasi Nasional. 

Menurut Ketua Umum Panitia Pelaksana Rembuk Nasional 2017, Firdaus Ali, Rembuk Nasional juga diperkuat dengan penguatan pendalaman isu oleh FGD di tujuh kota di Indonesia. Penguatan lain juga berasal dari rembuk tani nasioanl yang diadakan di Karanganyar Jawa Tengah pada 27-28 September 2017. Pesertanya terdiri lebih dari 800 petani dari 54 kabupaten "Jadi sekitar 80% agenda Rembuk Nasional ini sudah dituntaskan di daerah," ujar Firdaus.


Reporter: Umaya Khusniah
Editor: Nur Hidayat

Umaya Khusniah
22-10-2017 21:22