Main Menu

Larangan Masuk Panglima TNI ke AS Tak Bisa Dianggap Sepele

Wem Fernandez
23-10-2017 13:12

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah. (Gatrafoto/Abdurachman/AK9)

Jakarta, Gatracom - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah menilai, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI harus mengambil langkah cepat meminta konfirmasi ihwal larangan masuk Panglima TNI ke Amerika Serikat (AS).

 
“Kita kan juga enggak mau insiden itu terjadi pada pejabat-pejabat yang lain, apalagi ini pejabat militer. Kalau pejabat sipil mungkin boleh lah, pejabat sipil kan banyak, ini pejabat militer tertinggi,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/10).
 
Fahri menambahkan, larangan negara adidaya itu juga tidak boleh dianggap sederhana atau sekadar persoalan teknis seperti administrasi dan sebagainya. Tidak cukup kiranya Kedutaan AS di Indonesia saja yang angkat bicara, juga harus dari pemerintahan di sana.
 
“Menurut saya itu enggak boleh dianggap sederhana karena itu perlu investigasi dan tidak cukup kedutaan di sini yang ngomong tapi juga mereka. Harus resmi menyampaikan apa yang terjadi, dan kalau memang ada persoalan yang mereka anggap sebagai administratif mereka harus minta maaf, jangankan kepada Panglima kepada masyarakat biasa saja mereka harus minta maaf,” jelas Fahri.
 
Dia juga tak habis pikir, kenapa larangan itu bisa berlaku meski Panglima TNI diundang secara resmi oleh petinggi militer Gedung Putih. Tidak mungkin, persoalan ini disederhanakan menjadi persoalan administrasi atau koordinasi yang buruk.
 
“Sebab kita tahu Amerika ini kan dalam sejarahnya memang negara yang suka intervensi negara lain, jadi ya kita juga waspada, apa maksutnya gitu? Dan saya menginginkan agar keterangan ini jangan hanya diberikan oleh Kedutaan AS di sini, Kemenlu harus turun tangan menyampaikan apa sebetulnya versi resmi dari Washington DC tentang kejadian ini,” tegas dia.
 
AS sendiri telah mencabut larangan kunjungan Jenderal Gatot. Amerika berharap Panglima TNI bisa melanjutkan lawatannya ke Amerika. Seperti diberitakan sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh Pemerintah AS.
 
Dia pergi ke Amerika atas undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Durford untuk menghadiri Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization pada 23-24 Oktober di Washington DC.


Reporter: Wem Fernandez 
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
23-10-2017 13:12