Main Menu

KBRI Washington Minta Klarifikasi AS Soal Larangan Panglima TNI

Wem Fernandez
23-10-2017 13:33

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (Antara/M Agung Rajasa/AK9)

Jakarta, Gatracom - Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Meutya Viada Hafid menyebutkan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington telah melayangkan nota diplomatik ke pemerintah Amerika Serikat (AS) meminta klarifikasi terkait larangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

 
Panglima TNI sebelumnya ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh Pemerintah AS. Padahal, dia pergi atas undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Durford untuk menghadiri Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization pada 23-24 Oktober di Washington DC.
 
“Kemarin dari KBRI di Washington sudah mengirimkan nota diplomatik yang meminta klarifikasi, nah itu harus dijawab dulu, ini supaya hubungan kedua negara tetap terjaga dengan baik,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/10).
 
Klarifikasi yang diberikan AS penting demi menjaga hubungan diplomatik dengan Indonesia. Permintaan maaf dari Kedubes AS di Indonesia, sambung politisi Partai Golkar ini tidak cukup. Sebab melihat larangan yang dilayangan Custom Border and Protection AS hanya kepada ‘orang berbahya’ dan juga proteksi ekonomi.
 
“Nah ini dua hal serius, kalau itu sempat keluar kepada Panglima TNI, apalagi mewakili negara, ini menurut saya hal yang perlu dijelaskan. Supaya masyarakat Indonesia tidak berspekulasi. Sampai hari ini banyak sekali yang tanya. Nah kita enggak mau ada kegaduhan lagi di dalam negeri,”
 
“Kita harapkan Kemenlu proses nota diplomatik yang sudah dikirimkan, jangan sampai sudah kirim tapi tak ada jawaban apa pun. Kan itu juga nanti jadi posisi kita sebagai negara, gimana ya! Harusnya ada jawaban resminya,” tegas dia.


Reporter: Wem Fernandez  
Editor: Arief Prasetyo

 

Wem Fernandez
23-10-2017 13:33