Main Menu

Kasus Panglima TNI, Ini Janji Dubes AS

Andhika Dinata
29-10-2017 19:05

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Duta besar AS Joseph R. Donovan Jr kembali menyampaikan permohonan maafnya atas insiden penolakan terhadap rombongan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan berangkat ke Amerika Serikat, pada Sabtu, 21 Oktober lalu.

“Pertama, saya ingin meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Jenderal Gatot. Ini adalah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi,” kata Donovan kepada Gatra.com, ketika menghadiri acara Indonesia Youth Maritime Debris Summit di @america, Pacific Place, Jakarta, Sabtu (28/10).

Menurutnya pihak otoritas Amerika langsung mengecek kesalahan yang terjadi serta mengupayakan keberangkatan kembali Jenderal Gatot. “Ketika kami mengetahui permasalahan ini, kami mampu memperbaiki permasalahan ini dalam beberapa jam saja, sayangnya, waktu itu tidak cukup untuk Jenderal Gatot berangkat ke Amerika Serikat,” ujar Donovan. Donovan menyebutkan , kesalahan tersebut murni administratif dan pihaknya menjamin kejadian tersebut  tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang diundang Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph F. Dunford Jr, untuk menghadiri acara Chief of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) di Washington DC, pada 23-24 Oktober 2017 lalu gagal berangkat ke AS. Panglima TNI yang sudah bersiap naik pesawat, diberitahu oleh maskapai penerbangan Emirates yang akan menerbangkannya, bahwa Jenderal Gatot, tidak diperkenankan masuk ke AS sehingga pesawat tidak bisa membawanya.

Singkat cerita, Jenderal Gatot yang kala itu didampingi sang istri, Enny Trimurti, Asisten Intelijen TNI Mayjen Benny Indra Pijihastono, Asisten Teritorial (Aster) TNI Mayjen Wiyarto, Kepala Bagian Staf Intelijen serta sekretaris pribadi, batal menghadiri acara  yang diikuti petinggi militer dan intelijen dari 43 negara itu.  Selang beberapa jam dari kabar penolakan, pihak Amerika Serikat meralat kabar larangan terbang serta menawarkan keberangkatan kembali untuk Gatot. Amerika menyebut tidak ada larangan penerbangan apalagi pencekalan untuk Panglima TNI.

Dalam rilis resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta sebelumnya, disebutkan bahwa kejadian penundaan penerbangan tersebut tak lain karena kesalahan administratif. Pihak Kedubes kembali meluruskan kesalahpahaman dan menegaskan tidak ada larangan terbang untuk Panglima TNI dan istri, pihak Amerika juga menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Dan kami dengan senang hati menyambut mereka (Panglima TNI dan rombongan) di Amerika Serikat, tulis rilis tersebut.


Donovan menjelaskan sudah menjadi komitmen Pemerintah Amerika serikat untuk memastikan setiap orang yang melakukan perjalanan diteliti dan diperiksa secara lengkap sebagai bentuk standardisasi dan tanggungjawab keamanan kepada otoritas setempat. “Setiap Negara itu memiliki kendali (kontrol) untuk setiap orang yang keluar masuk. Yang pasti ke depan kami sudah mengambil langkah-langkah agar peristiwa ini tidak terjadi lagi,”pungkasnya. 


Reporter : Andhika Dinata

Editor : Nur Hidayat

Andhika Dinata
29-10-2017 19:05