Main Menu

Dubes AS Mendorong Partisipasi Pemuda untuk Laut

Andhika Dinata
31-10-2017 09:28

Dubes AS memberikan pengarahan Acara Indonesian Youth Marine Debris Forum (Istimewa/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Sejumlah 70 pemuda bertekad mengatasi peliknya persoalan lingkungan tanah air. Mereka berembuk pikiran dan bertukar gagasan dalam menemukan ide-ide cerah memperbaiki lingkungan. Puluhan muda-mudi dari 34 Provinsi itu dikumpulkan dalam acara bertajuk First Indonesia Youth Marine Debris Summit (IYMDS) di @america, Pacific Place, Jakarta (28/10).

Mengambil tema Sumpah Pemuda, para agen perubahan ini mempresentasikan karya-karya hebat mereka. Komunitas penyelam bernama Divers Clean Action (DCA) misalnya yang berupaya menebar virus perubahan dengan cara mengumpulkan sampah-sampah yang menebar di permukaan laut. Masing-masing komunitas memiliki ide kreatifnya masing-masing yang digerakkan dalam konsep “well planned action”. 

Sampah laut menjadi isu penting yang akan dibahas dalam Our Ocean Conference (OOC) 2018 yang akan digelar di Indonesia tahun depan. Selain menyoal diplomasi maritim Indonesia dengan 10 negara ASEAN lainnya, konferensi tersebut akan menjadi sampah laut sebagai prioritas persoalan yang akan dikerjasamakan.

Dalam hal produksi sampah laut, Indonesia disebut sebagai penyumbang terbesar sesudah Cina. Sampah plastik laut dipastikan akan mengancam biota laut yang pada akhirnya akan mengancam kehidupan manusia.

Dalam hal pencegahan sampah laut, Amerika Serikat menyatakan kesediaan untuk menjadi mitra strategis yang akan mendorong Indonesia mencari solusi atas persoalan sampah laut. Amerika lewat Kedutaan Besarnya di Indonesia menyatakan akan menggalang kerjasama dengan Pemerintah Indonesia khususnya Kemenko Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Selang 4 tahun berjalan OOC telah menggelontorkan anggaran triliunan rupiah untuk mengatasi permasalahan sampah laut di negara-negara yang dominan.

Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung penyelenggaraan OOC 2018 di Indonesia. Amerika menurutnya akan menggandeng kerjasama dengan LSM lingkungan dan Non-Governmental Organization (NGO) untuk mengatasi persoalan sampah laut khususnya di Indonesia.

“Kami sangat ingin berkolaborasi untuk mencapai tujuan dan mendorong kemitraan AS dan Indonesia menemukan solusi dari permasalahan ini,” ucap Donovan kepada Gatra.com.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan terang Donovan adalah dengan menggerakkan para pemuda sebagai agen perubahan. Mereka yang terhimpun dalam komunitas pencinta laut diberi ruang untuk mengonsep ide serta menerapkannya dalam rencana aksi bersih lingkungan. “Kerjasamanya kita bentuk dari berbagai kelompok mulai dari kelompok pemuda sampai pada kelompok penyelam (divers group) untuk membantu permasalahan ini,” sambungnya.

Donovan menjelaskan Indonesia dan Amerika mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama negara maritim dengan wilayah yang luas. Kesamaan ini menurutnya berpengaruh terhadap kerjasama yang kolaboratif untuk menemukan persoalan sampah laut secara bersama. Ia menyebutkan peran pemuda sangat penting dalam mengatasi persoalan-persoalan lingkungan. 

Mereka memeroleh pengetahuan yang cukup secara formal dan non-formal serta punya semangat berperan dan menghadirkan solusi. “Jadi kami sangat paham bahwa sampah laut merupakan permasalahan yang signifikan di dua negara. Kalau kita (Amerika Serikat) sebagian besar upayanya itu melalui pendidikan”.

Sesudah terbangun kesadaran lingkungan secara komunal, maka tahap berikut yang dapat dilakukan adalah inovasi teknologi yang mandiri. “Kemudian setelah kita mempunyai fasilitas yang lengkap selanjutnya bagaimana kita bisa mengolah, serta memroses sampah-sampah padat itu,” terangnya.


Reporter : Andhika Dinata
Editor : Nur Hidayat

Andhika Dinata
31-10-2017 09:28