Main Menu

60 Juta Kartu Prabayar Sudah Registrasi Ulang

Abdul Rozak
15-11-2017 16:33

Menkominfo Rudiantara pada acara Gerakan Menuju 100 Smart City 2017 di Hotel Santika Premier, Jakpus, Rabu (15/11). (GATRA/Abdul Rozak/FT02)

Menkominfo Rudiantara pada acara Gerakan Menuju 100 Smart City 2017 di Hotel Santika Premier, Jakpus, Rabu (15/11). (GATRA/Abdul Rozak/FT02)

Jakarta, Gatracom - Jumlah pengguna telepon seluler yang telah meregistrasikan sim card atau kartu prabayar sampai 15 November 2017 mencapai lebih dari 60 juta. Registrasi ini dilakukan dengan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).


"Sampai tadi malam pukul 24.00, saya cek sudah di atas 60 juta yang melakukan registrasi," ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam acara Gerakan Menuju 100 Smart City 2017 di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Pemerintah mengaku optimis registrasi sim card prabayar akan sukses. Ketentuan registrasi itu diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi kartu dilakukan mulai dari 31 Oktober 2017 sampai dengan 28 Februari 2018 melalui pesan singkat (SMS). Bila sampai batas akhir tidak melakukan registrasi kartu itu akan diblokir secara berahap, mulai dari panggilan sampai pengiriman SMS keluar.

Dalam aturan itu dijelaskan 15 hari berikutnya akan dilakukan blokir keseluruhan, termasuk data internet. Rudiantara menambahkan kegagalan yang dialami pengguna sebagian besar dikarenakan salah memasukan angka nomor NIK dan KK.

"Biasanya gagal itu karena salah memasukkan 32 digit nomor NIK dan KK, tapi sabar saja dan terus berusaha karena inigratis," pungkas Rudiantara.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
15-11-2017 16:33