Main Menu

DPR-Pemerintah Cari Jalan Keluar Atasi Kemelut Impor Beras

Wem Fernandez
19-01-2018 15:43

Ketua DPR RI Bambang Sosatyo(GATRA/Adi Wijaya/re1)

 

 

 

 

Ketua DPR RI Bambang Sosatyo (Bamsoet) menyebutkan, salah satu yang dibahas DPR adalah tata kelola data pangan dan stok beras di Bulog.

 

“Posisi kita berada dalam kepentingan rakyat. Sehingga kita minta Komisi IV dan VI cari jalan keluar agar masalah perberasan dapat diselesaikan. Tidak ada yang dirugikan terutama petani. Kita dorong pemerintah segera menata perberasan dari mulai stok sampai rencana impor,” kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, (19/1). 

 

Dia menambahkan, jalan keluar yang dicari pemerintah dan DPR bukan hanya bersifat sementara tetapi bisa digunakan secara permanen untuk tahun berikutnya. Jika perlu, politikus Golkar ini menambahkan, impor harusnya tak perlu dilakukan lagi. 

 

“Kita tidak boleh merugikan petani,” kata Bamsoet. 

 

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana melakukan impor beras sebesar 500 ribu ton pada akhir Januari ini. Rencana ini dilakukan mengingat harga beras di pasaran mulai meroket serta ketersediaan di Bulog berada dibawah angka 1 juta ton.

 

Pantauan yang dilakukan Disperindag Kabupaten/Kota, menunjukan harga beras sejak Desember 2017 terus naik, hingga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu sebesar Rp 9.450 per kg untuk Propinsi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB dan Sulawesi, sebesar Rp 9.950 per kg untuk Propinsi Sumatera lainnya, Kalimantan dan NTT dan sebesar Rp 10.250 per kg untuk Propinsi Maluku dan Papua. 


 

Reporter : Wem Fernandez  

Editor      : Cavin R. Manuputty

Wem Fernandez
19-01-2018 15:43