Main Menu

Aduan masyarakat untuk belanja online naik dua kali lipat

Birny Birdieni
19-01-2018 16:00

Ilustrasi belanja online(GATRA/Eva Agriana Ali/re1)

Jakarta, Gatra.com- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan, sepanjang tahun 2017 -di luar kasus jemaah umroh- telah menerima pengaduan masyarakat sebanyak 642 aduan.

 

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, dari jumlah tersebut, pengaduan masyarakat paling banyak terkait dengan belanja online, yakni sebanyak 101 kasus atau sebesar 16% dari total jumlah pengaduan.

 

Jika melihat data jumlah aduan pada tahun sebelumnya, pengaduan masyarakat terkait belanja online ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebab pada tahun 2016, jumlah pengajuan masyarakat hanya sebesar 9%. Peningkatan jumlah aduan hampir mencapai dua kali lipat.

 

“Yang paling mencengangkan dari pengaduan ke YLKI adalah belanja online. Saat ini yang paling tinggi adalah belanja online," kata Tulus dalam konferensi pers di Kantor YLKI, Jakarta, Jumat (19/1/2018). Ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab kenapa belanja online mengalami lonjakan pengaduan dari masyarakat.

 

Dikatakan Tulus, hal pertama terkait masih lemahnya regulasi. Sampai dengan saat ini pemerintah belum mengesahkan RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) tentang belanja online. Padahal regulasi tersebut lah yang ajan menjadi payung teknis operasional belanja online.

 

"Kedua, saya kira itikad yang kurang baik dari operator belanja online tersebut. Baik yang sudah skala besar atau pun yang skala kecil," ucap Tulus. Berikutnya, pengaduan tersebut disebabkan karena ketidakmengertian konsumen dalam transaksi belanja online itu sendiri.

 

"Bahkan di dalam Harbolnas (Hari belanja online nasional) yang digadang-gadang oleh para pelaku bisnis transaksi online, justru Harbolnas justru mengalami lonjakan pengajuan yang sangat signifikan," ungkap Tulus.

 

Dari data yang dipaparkan YLKI, 86% yang diadukan adalah toko online yang berbasis aplikasi. Sisanya berasal dari blog pribadi, domain umum, dan media sosial. Dari 101 aduan, Lazada menjadi toko online yang paling banyak diadukan dengan jumlah 18 aduan dari total 101 aduan.

 

Sementara itu, berdasarkan jenis masalah, YLKI mengklasifikasikan dari 101 aduan 44% mengeluhkan lambatnya respon komplain, 11% aduan dugaan penipuan, dan 8% aduan dugaan cyber crime.

 


Reporter: Hidayat Adhiningrat P
Editor : Birny Birdieni 

Birny Birdieni
19-01-2018 16:00