Main Menu

Publik Harus Kritisi 5 Parpol Pro LGBT dan Pernikahan Sejenis

Dewi Fadhilah Soemanagara
21-01-2018 14:53

Aksi demo menolak legalitas LGBT (Antara//Fahrul Jayadiputra/yus4)

Jakarta, Gatra.com – Maneger Nasution, Wakil Ketua Majelis Hukum PP Muhammadiyah, menyatakan bahwa publik perlu mencatat partai yang menyetujui LGBT dan pernikahan sejenis. Saat RUU KUHP LGBT tersebut tengah digodok di DPR dan pernyataan sikap resmi dari tiap fraksi akan diumumkan pada 28 Januari 2018 mendatang. RUU yang berada di Timus (Tim Perumus) itu akan dibawa ke raker sebelum akhirnya bermuara pada rapat paripurna.

Dalam pernyataan tertulisnya yang diterima redaksi Gatra.com pada (21/1), Maneger Nasution menegaskan bahwa polemik ini menjadi bukti masih terjadi disparitas politik di negeri ini. Disparitas politik tersebut dibuktikan dengan banyaknya aspirasi publik yang justru berlawanan dengan partai politik atau pun para anggota DPR, yang sejatinya mewakili suara rakyat. Pertentangan antara keinginan rakyat dengan wakilnya di DPR masih terjadi. Lebih lanjut Maneger menyampaikan, publik sebaiknya mencatat parpol-parpol yang menyetujui LGBT. Perilaku LGBT dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Konstitusi, Undang-Undang, konteks budaya dan agama-agama di Indonesia.

Karena itu, publik berhak mengevaluasi serta mengkritisi partai-partai tersebut. Publik perlu berpartisipasi dalam penentuan kebijakan, terkait dengan akuntabilitas dan transparansi kebijakan publik yang dilakukan oleh legislatif.

Sebelumnya beredar pemberitaan bahwa Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Zulkifli Hasan mengungkapkan, saat ini sudah ada 5 (lima) fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) berkembang di Indonesia.

Namun demikian, Zulkifli Hasan enggan menyebutkan partai mana saja yang pro terhadap LGBT dan pernikahan sejenis tersebut. Kabarnya, saat ini pembahasan RUU KUHP LGBT tersebut tengah digodok. Pernyataan sikap resmi dari tiap fraksi DPR akan diumumkan pada 28 Januari 2018 mendatang. RUU yang berada di Timus (Tim Perumus) itu akan dibawa ke raker sebelum akhirnya bermuara pada rapat paripurna.


Reporter : DFS

Editor     : Cavin R. Manuputty

Dewi Fadhilah Soemanagara
21-01-2018 14:53