Main Menu

KPK Bisa Turun Tangan Evaluasi Dana Otsus

Wem Fernandez
31-01-2018 18:44

Ilustrasi. (GATRA/Abdurachman/AK9)

 

 

 

Langkah ini perlu diambil setelah evektifitas dana otsus kembali disorot, pasca kasus gizi buruk yang terjadi Kabupaten Asmat, Papua. 

“Secara umum silahkan saja, Kalau ada penyimpangan, ada yang perlu diluruskan ya diluruskan secara objektif, seperti halnya dengan daerah lain,” kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (31/1). 

Menurutnya, tidak hanya Papua, evaluasi juga perlu dilakukan di wilayah yang mendapatkan dana otsus, seperti Aceh dan Yogyakarta. Salah satu poin evaluasi adalah tepat tidaknya penyaluran dana tersebut.

“Sudah sangat banyak prioritas yang diberikan, mungkin ratusan triliun sejak reformasi ini ke otsus Papua," kata Taufik. Dari kucuran dana sebesar itu, Taufik mempermasalahkan ketepatan penyalurannya. Karena sejauh ini, hasilnya terlihat tidak signifikan. Apalagi kemarin ramai kasus gizi buruk yang berujung banyak kematian. "Di mana kebocorannya? Kita evaluasi semua, transparansi, akuntabilitas anggaran,” beber Taufik.

Jika memang benar ada penyimpangan dana otsus ini, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta agar penegak hukum tidak segan-segan dalam bertindak. 

“Karena sudah ratusan triliun yang sudah dikucurkan. Jawa Tengah aja bandara Semarang (Ahmad Yani Airport) masih kayak asrama, kan gitu, tertinggal dari daerah lain. Ini tentu kembalikan pada transparansi dan akuntabilitas publik,” kata Taufik. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya juga meminta agar dana otsus dievaluasi. Dana tersebut harus disalurkan kepada bidang-bidang yang menjadi kebutuhan publik seperti kesehatan dan pendidikan.  

Jika penyaluran dana tidak tepat sasaran, apalagi terindikasi korupsi, maka perlu ada tindakan hukum. "Jadi memang dievaluasi itu berarti benar tidak peruntukan dana untuk otsus itu," kata Wapres di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (30/1), kemarin. 


Reporter : Wem Fernandez  

Editor     : Cavin R. Manuputty

Wem Fernandez
31-01-2018 18:44