Main Menu

Fadli Zon: Jangan Karena Tahun Politik Pemerintah Buru-Buru Rampungkan Proyek

Wem Fernandez
06-02-2018 14:09

Fadli Zon. (Antara/Akbar Nugroho Gumay/AK9)

 
- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon menilai, proyek infrastruktur yang tengah dikebut pemerintah saat ini terlalu terburu-buru. Tidak heran, cukup banyak insiden kecelakaan yang menimpa para pekerja. 
 
"Infrastruktur terutama yang baru-baru ya, Ini kan lebih banyak dikerjakan dengan terburu-buru, tergesa-gesa dan ini bisa dikaji, bahwa mungkin karena ini terburu waktu itu, mengejar tahun politik dan pemilu ini mau menjadi etalase keberhasilan," jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, (6/2). 
 
Pada prinsipnya, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah harus didukung penuh selama berguna bagi kesejahteraan masyarakat. Namun, tegas politisi Gerindra ini, harus ada kesinambungan pembangunan dari pemerintah sekarang dan pemerintah sebelumnya.  
 
"Dan jangan dijadikan alat kampanye. Sehingga karena terburu-buru banyak sekali kecelakaan kerja yang sebenarnya tidak perlu," kata Fadli. 
 
Menurut Fadli, pembangunan infrastruktur harusnya mempunyai stimulus langsung bagi perkembangan ekonomi masyarakat. Dan yang terpenting, tidak membebani APBN dengan utang atau  memaksakan diri untuk berhutang. 
 
"Infrastruktur harus dirasakan langsung oleh masyarakat," terang dia. 
 
Beberapa bulan belakangan ini  sejumlah kecelakaan dalam proyek yang tengah dibangun pemerintah terjadi. Terakhir, pada Minggu, (4/2), dini hari kemarin, bantalan crane pengangkat beton double track jalur kereta cepat  Jakarta-Bandung, Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur terjatuh. Empat orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan. 
 
Pada 2 Januari 2018 silam deretan girder atau balok beton di Proyek Jalan di Antasari, Jakarta Selatan, yang merupakan bagian dari proyek jalan tol Depok-Antasari, ambruk. Ada juga pada 3 November 2017 lalu, sebuah beton pagar proyek MRT di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan (Jaksel) terjatuh saat proses pengangkatan.
 
Reporter : Wem Fernandez
Editor     : Cavin R. Manuputty
 
 
 
Wem Fernandez
06-02-2018 14:09