Main Menu

Jika Terealisasi, Zakat 2,5% Dimulai Dari Presiden dan Wapres

Wem Fernandez
09-02-2018 19:04

Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati. (Dok. GATRA/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Reni Marlinawati menyebutkan, jika terealisasi tahun ini, rencana zakat sebesar 2,5% yang digulirkan oleh Kementerian Agama akan dimulai oleh Presiden dan Wakil Presiden.

 

“Ada gagasan, proses ini itu dimulai dari oleh para petinggi negara dulu, mulai dari Presiden dan Wakil Presiden yang melaksanakan zakat,” kata Reni usai diskusi tertutup dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, (9/2). 

Dia menambahkan, hasil diskusi juga memperoleh beberapa poin penting soal zakat 2,5% agar tidak menimbulkan kekeliruan di masyarakat. 

“Ternyata rencana wacana zakat itu bukan suatu kewajiban melainkan itu sifatnya lebih kepada sukarela. Kan ini amaliyah ubudiyah jadi memang harus ridho, gitu yah,” kata Reni

Di samping itu, zakat juga tidak diwajibkan bagi para ASN yang belum mencapai nishab (Batas untuk membayar zakat atau tidak). Reni meyakini, zakat adalah sesuatu yang sifatnya sukarela dan tidak ada unsur paksaan di dalamnya. 

Menag juga mengapresiasi F-PPP yang telah mengundangnya untuk mengetahui secara detil rencana soal zakat ini. Banyak sekali usulan yang diberikan partai berlambang ka’bah tersebut agar efisien. 

“Tentu kesimpulannya banyak. Intinya adalah bahwa ini sesungguhnya dalam rangka untuk bagaiamana potensi dana umat dalam bentuk zakat ini yang tidak kecil  betul-betul bisa diaktualisasikan semata-mata untuk kemaslahatan umat,” kata Lukman usai pertemuan


Reporter : Wem Fernandez  

Editor     : Cavin R. Manuputty

Wem Fernandez
09-02-2018 19:04