Main Menu

Wacana Zakat Jangan Dihubungkan Dengan Politik

Wem Fernandez
09-02-2018 19:43

Ketua Fraksi PPP, Reni Marlinawati(GATRA/Wem Fernandez/re1)

 

 

 

 

 

“Karena ini masalah zakat ini tidak bisa dilihat dari  perspektif politik, tidak bisa dilihat dari perspektif sosial, tetapi harus dilihat dari perspektif syaria atau agama. Penggunaan zakat ini sudah diatur dalam Al-Quran dan Hadits,” jelasnya usai diskusi dengan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, (9/2). 

 

Dia menegaskan, alokasi zakat tetap melalui Baznas dan diperuntukan bagi delapan kelompok. Yaitu Al-fuqara’ atau orang fakir (orang melarat), Al Masakin (orang miskin), Al’amilin  (panitia zakat), Muallaf (orang yang baru masuk islam dan belum mantap imannya), Dzur Riqab atau hamba sahaya (budak), Algharim atau orang yang berhutang karena untuk kepentingan peribadi yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya, Fi sabilillah (Almujahidin) dan terakhir Ibnu Sabil atau musafir yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil) yang bukan bertujuan maksiat di rantau, lalu mengalami kesulitan, dan kesengsaraan dalam perjalanannya.

 

“Jadi menurut saya, gagasan ini sangat mulia bagaimana negara ini punya keinginan untuk memfasilitasi seperti halnya haji. Kan haji juga yang berangkat pemerintah memfasilitasi, lalu puasa. Gimana negara hadir untuk persoalan puasa bukan untuk mengatur puasa,” kata Reni. 


Reporter : Wem Fernandez  

Editor     : Cavin R. Manuputty

Wem Fernandez
09-02-2018 19:43