Main Menu

Darurat LGBT, Miras, dan Narkoba : PKS akan Tangkal Lewat UU

Ervan
12-02-2018 15:14

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini(Dok. PKS/re1)

 

Jakarta, Gatra.com- Mengawal agar perilaku LGBT dan peredaran bebas miras menjadi objek terlarang dalam undang-undang akan menjadi komitmen Fraksi PKS DPR RI. 

 

"Pelarangan perilaku LGBT melalui revisi UU KUHP, sedangkan miras melalui RUU Pelarangan Minuman Beralkohol," ungkap Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulis yang diterima GATRA, Senin (12/2).

 

Anggota Komisi I ini mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sudah darurat LGBT, miras dan narkoba. Data-data telah banyak dipaparkan oleh peneliti, akademisi dan aktivis kemanusiaan dan ini sungguh sangat menyedihkan. 

 

"Tanpa kita sadari penyebaran LGBT, miras dan narkoba sudah sangat luas dan mengkhawatirkan. Bahkan menjadi ancaman serius bagi ketahanan bangsa," ungkap Jazuli. Diantaranya, ancaman terhadap ideologi, identitas dan karakter bangsa. Khususnya nilai-nilai agama, relijius, dan kemanusiaan. 

 

Karenanya, Jazuli mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan permasalahan LGBT dan miras menjadi tanggung jawab moral bersama warga negara. "Ini soal penyimpangan nilai, identitas dan karakter bangsa yang jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila," ia menegasksan. 

 

Kondisi tersebut bertentangan dengan bangsa Indonesia yang berketuhanan dan beradab sesuai adat ketimuran. "LGBT dan miras jelas bukan budaya kita, "bukan Indonesia banget!" ujarnya. 

 

Maka, lanjut Jazuli, salah satu cara efektif untuk mencegah perilaku yang merusak itu terus berkembang luas adalah dengan melarangnya secara tegas dalam undang-undang.

 

Meski demikian, Fraksi PKS pada saat yang sama mendorong dan mendesak Pemerintah bekerja sama dengan lembaga-lembaga sosial dan lembaga keagamaan untuk secara masif merangkul, merehabilitasi dan menyembuhkan para pelaku tersebut. 

 

Jadi, tanggung jawab kita menjadi dua. Pertama, mencegah penyebaran perilaku dan penyimpangan melalui larangan yang tegas dalam undang-undang. "Kedua, merangkul dan merehabilitasi mereka agar sembuh," pungkasnya.

  


 

Reporter: Ervan Bayu

Editor : Birny Birdieni

 

Ervan
12-02-2018 15:14