Main Menu

Ini Tips Jokowi Soal "Diplomat Zaman Now"

Ervan
12-02-2018 17:58

Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat. (Dok. Biro Pers Setpres/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Menjadi diplomat "Zaman Now" bukanlah suatu perkara yang mudah. Ada tantangan berbeda yang terus berkembang akan kondisi global dunia. Semakin besar tantangan yang harus dihadapi diplomat masa kini.

 

Salah satunya adalah ketidakpastian dan dinamika global sebagaimana terjadi belakangan ini. Sebut saja perang dan konflik kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Belum lagi ditambah dengan fakta kalau negara-negara saling bersaing dalam bidang ekonomi. Akibatnya, kebijakan "proteksionis" semakin mudah untuk ditemui.

 

Bahkan negara Amerika Serikat yang merupakan penggagas ekonomi liberal pun mulai menerapkan hal tersebut. Sejak Presiden Donald Trump memimpin, beberapa hal yang ia lakukan adalah  mundur dari Trans-Pasific Partnership (TPP). Lalu dalam tahap merenegosiasi North American Free Trade Agreement (NAFTA). 

 

Namun akan kondisi tersebut, Presiden Joko Widodo mengingatkan kalau ini adalah zaman di mana kita hidup. Bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi dengan penuh kebanggaan oleh para diplomat Indonesia.

 

"Inilah kehidupan dunia kita sekarang ini. Inilah tantangan kita, saudara-saudara, yang harus kita hadapi. Tantangan diplomat terutama diplomat-diplomat kita," kata Presiden dalam acara pembukaan rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (12/2).

 

Tantangan lainnya, di kancah internasional para diplomat juga dituntut aktif menjalankan diplomasi perdamaian. Namun yang tak kalah penting, mereka juga harus mampu memperjuangkan kepentingan 260 juta rakyat Indonesia. "Oleh karena itu, pendekatan baru diplomasi kita harus selalu terus kita sesuaikan sesuai dengan tantangan zaman yang ada," tuturnya.

 

Dalam memberikan pelayanan bagi warga negara Indonesia dan berhubungan dengan negara lainnya, Jokowi berharap para diplomat mampu menjalankan diplomasi cepat, responsif, dan tanggap. Selain itu, para diplomat juga hendaknya selalu berpihak pada perlindungan warga negara yang berada di negara lain.

 

"Diplomasi yang berpihak pada perlindungan warganya di luar negeri, diplomasi yang tidak akan mundur seinchi pun untuk membela kedaulatan negaranya, serta diplomasi yang dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia," kata Jokowi menegaskan.

 

Demikian halnya dengan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Pemanfaatan teknologi dalam memberikan pelayanan kepada warga negara saat ini sudah dianggap sebagai suatu hal yang mutlak diperlukan.

 

"Memang zamannya sudah seperti ini. Zaman yang membutuhkan kita cepat respons dan tanggap dalam menyelesaikan segala persoalan yang ada," ujar Presiden.

 


Reporter: Ervan Bayu

Editor : Birny Birdieni 

 

Ervan
12-02-2018 17:58