Main Menu

Kemenaker Dorong Peningkatan Jumlah Kepesertaan BPJS

Flora Librayanti BR K
15-02-2018 16:37

Ilustrasi BPJS((GATRA/Ardi Widi Yansah/re1)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menandatangani perjanjian kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. “Kerjasama ini tentang sinergi perluasan kepersertaan dan peningkatan kepatuhan dalam penyelenggaraan program jaminan sosial,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan (K3) Kemenaker,  Sugeng Priyanto di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Kamis (15/2).



Adapun ruang lingkup kerjasama tersebut adalah peningkatan perluasan kepesertaan, peningkatan kualitas pelayanan dan peningkatan kepatuhan, penanganan hukum dan implementasi pengenaan, serta pencabutan sanksi tidak mendapat pelayanan publik tertentu (TMP2T). Kerjasama ditandatangani oleh Sugeng Priyanto dari Kemenaker, Elyas Lubis Direktur Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan, dan Bayu Wahyudi selaku Direktur Kepatuhan Hukum dan Hubungan antar Lembaga BPJS Kesehatan.

Kerjasama ini, kata Sugeng, tentunya sangat penting. Sebab, Kemenaker hanya memiliki 1.600 pengawas ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. Padahal objek yang akan diawasi dari angkatan kerja dan perusahaan sebanyak 150 juta.

Perusahaan besar dan kecil itu jumlahnya sekitar 20 juta. Sementara angkatan kerja jumlahnya 130 juta. Totalnya 150 juta yang diawasi oleh 1.600 orang. “Ini kan perbandingan yang tidak rasional dan ini menjadi tantangan bagi kami,” katanya.

Langkah jangka pendek yang akan dilakukan adalah melakukan pemetaan terhadap perusahaan yang belum patuh untuk mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS.

“Tenaga pengawas saya bersama tim BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan secara terpadu turun ke lapangan mengimbau ke perusahaan yang sudah kita petakan agar ikut BPJS. Kita upayakan perusahaan yang besar dan finansialnya kuat tapi belum patuh. Itu yang kita prioritaskan,” katanya.




Reporter : DPU
Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
15-02-2018 16:37