Main Menu

Kemnaker Ungkap Alasan Tersendatnya Sistem Jaminan Sosial Nasional

Flora Librayanti BR K
15-02-2018 16:50

Penandatangan perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan(GATRA/DPU/re1)

Jakarta, Gatra.com - Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan (K3) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Sugeng Priyanto mengatakan pelaksanaan sistem jaminan sosial nasional (SJSN) melalui BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan masih memiliki banyak permasalahan.



“Salah satu upaya kita untuk menyelesaikannya kita lakukan kerjasama antar lembaga,” kata Sugeng dalam sambutannya usai menandatangani perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Kamis (15/2).

Pertama, masih banyak perusahaan wajib yang belum mendaftarkan pekerjanya sebagai anggota BPJS. Bahkan ini juga dilakukan oleh BUMN dan BUMD.

Kedua, masih ada perusahaan yang hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerja upahnya dan menunggak pembayaran iuran. Ketiga, masih banyaknya keluhan atas pelayanan jaminan dan tunjangan yang diberikan BPJS.

Keempat, masih rendahnya pemahaman masyarakat khususnya pengusaha dan pekerja mengenai tujuan dan manfaat dari program jaminan kesehatan. Kelima, masih lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran di bidang jaminan sosial tenaga kerja.

Keenam masih kurangnya upaya pencegahan terhadap kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Selanjutnya yang ketujuh, masih banyaknya kasus-kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang belum dapat diselesaikan secara cepat dan tuntas.

Semua permasalah tersebut, kata Sugeng, adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah yang harus diselesaikan.





Reporter : DPU
Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
15-02-2018 16:50