Main Menu

Reformasi Aturan Migas Disambut Positif di AS

Sandika Prihatnala
11-03-2018 20:48

Wamen ESDM Archandra Tahar bersama rombongan di kantor Murphy Oil Corporation. (Dok. Kementerian ESDM/FT02)

Houston,Gatra.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) bertemu dengan jajaran pimpinan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) di antaranya Chevron, British Petroleum (BP) North America, dan Murphy Oil Corporation.

 

Kunjungan ke negeri Paman Sam ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah Indonesia menggandeng perusahaan Internasional untuk meningkatkan investasi di sektor migas nasional, khususnya untuk penawaran 26 blok wilayah kerja baru yang ditawarkan tahun 2018 ini.

Saat berkunjung ke kantor Murphy Oil Corporation di Houston, Texas, Rabu (7/3), Arcandra memaparkan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mereformasi aturan investasi dan menerapkan sistem bagi hasil hulu migas Gross Split.

Hadir dalam pertemuan tersebut CEO Murphy, Roger Jenkins, Executive Vice President, Gene Coleman dan Senior Busines Development Manager Murphy Exploration & Production, Co., Walt Hamilton. Bak gayung bersambut, reformasi aturan migas ini mendapat sambutan positif dari Murphy.

"Bahkan, CEO Murphy, Roger Jenkins mengaku terkejut dengan fiscal regime baru (PSC Gross Split) yang kini diterapkan di Indonesia," cerita Arcandra melalui siaran pers yang diterima Gatra, Minggu (11/3).

Jenkins mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia mereformasi peraturan yang atraktif bagi investor.

"Mereka (Murphy) juga mengakui penghapusan peraturan-peraturan di Kementerian ESDM menjadikan Indonesia friendly bagi investor asing," ungkap Arcandra.

Murphy Oil Co. sebelumnya memutuskan keluar dari Indonesia pada tahun 2015 karena kegiatan eksplorasinya yang kurang berhasil. Namun, dengan sistem PSC Gross Split ini, Roger Jenkins menyatakan akan mereview kembali portfolio yang ada di perusahaan terkait investasi mereka, termasuk penawaran 26 wilayah kerja yang baru saja dibuka di Indonesia.

Murphy Oil Company adalah perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi yang mempunyai aset offshore dan onshore di AS, Canada dan Malaysia. Pertamina mempunyai saham sebesar 30% untuk aset Murphy yang ada di Malaysia. Saat ini Murphy mempunyai cadangan terbukti sebesar 685 juta barel setara minyak (MMBOE) dan produksi sebesar 176 juta barel oil per equivalen per hari (MBOEPD).


 

Reporter : DPU

Editor : Sandika Prihatnala

 

Sandika Prihatnala
11-03-2018 20:48