Main Menu

Permenhub 108 Lindungi Sopir dan Konsumen Taksi Online

Wanto
20-03-2018 18:39

Prof. DR. Rheinald Khasali.(Dok.Rumah Perubahan/re1)

Jakarta, Gatra.com - Aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai taksi online dinilai sudah tepat untuk melindungi konsumen dan menciptakan iklim usaha yang sehat.

 

Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Manajemen Universita Indonesia (UI) Prof. DR. Rheinald Khasali. "Sudah tepat. Permen 108 memberikan kepastian usaha bagi pelaku bisnis taksi online," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com, Selasa, (20/3).

"Permen tersebut juga menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat, peluang ekonomi yang baik bagi supir dan menjangkau kemampuan konsumen serta kenyamanan pengguna," jelas Rheinald.

Permen 108 yang dikeluarkan oleh Kemenhub bermaksud mengatur taksi online, mereka harus mengikuti kaidah-kaidah angkutan umum, seperti uji KIR, sopir menggunakan SIM A umum dan adanya sticker yang menandakan bahwa itu adalah angkutan umum. Peraturan tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna maupun bagi driver-nya.

Kewajiban standar SIM A Umum untuk driver online juga dibantu oleh Menteri Perhubungan dan Polri, sejatinya positif. Driver online jadi tahu hak-hak konsumennya, menyadari etika berkendara dan menguatamakan keselamatan pelanggan.

Dewi Kurniasih, driver online asal Jakarta Timur, menyebut berbagai kemudahan oleh Kemenhub sangat membantunya. "Terima kasih atas mudahnya pembuatan SIM A umum dan uji KIR yang selama ini susah dan memberatkan para driver online," ujarnya.

Di sinilah negara hadir, Kementerian Perhubungan dan Polri memfasilitasi, karena tugas negara melindungi setiap warga negaranya termasuk dalam pelayanan berkendaraan.


Reporter: Wanto
Editor: Iwan Sutiawan

Wanto
20-03-2018 18:39