Main Menu

Ini Hasil Evaluasi KLHK Soal Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Ervan
12-04-2018 11:24

Pesisir pantai dan pemukiman di pinggir laut Kota Balikpapan tercemar tumpahan minyak. (ANTARA/Sheravim/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkap hasil evaluasi yang dilakukan tim KLHK terkait pencemaran tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

 

Evaluasi ini merupakan laporan harian hasil evaluasi penanggulangan tumpahan minyak akibat putusnya pipa minyak PT Pertamina, yang telah dilakukan melalui pre-deliniasi dampak dari tumpahan minyak pada 10 April 2018 lalu.

"Hasil ini hanya mencakup lokasi pantai saja," ujar Menteri Siti melalui keterangan persnya, Kamis (12/4).

Survei dilakukan di lokasi sepanjang pantai di Teluk Balikpapan dari Pantai Lamaru sampai dengan Pantai Banua Patra 12.600 meter (12,6 Km). Dari survei itu, tim KLHK memperkirakan luas pantai terkontaminasi Limbah B3 minyak bumi sebesar 29.733,8 m2.

"Perkiraan volume tanah terkontaminasi Limbah B3 minyak bumi adalah 12.145 m2," imbuh Menteri Siti.

Catatannya, seluruh lokasi tersebut akan dilakukan pengambilan sampel pada hari ini Kamis 12 April 2018, untuk mengetahui besarnya kontaminan yang mencemari wilayah itu.

"Lokasi-lokasi tersebut perlu dilakukan kajian detail untuk penyusunan rencana pemulihan," tambahnya.

Sementara itu, untuk lokasi bagian barat Teluk Balikpapan yang terkena dampak lainnya yaitu daerah Melawai (depan Kantor P3EK) sampai dengan Pulau Balang (Kawasan Industri Kariangaw). Lokasi itu akan dilakukan deliniasi pada hari Kamis ini. 

"Sejauh ini, informasi itu yang bisa kami laporkan untuk pelaksanaan evaluasi penanggulangan tumpahan minyak. Saya juga terus menunggu laporan harian dari tim lapangan," pungkas Menteri Siti.


 

Reporter: Ervan Bayu

Editor:Arief Prasetyo

 

Ervan
12-04-2018 11:24