Main Menu

Enam Rekomendasi FSGI Terkait UNBK Mengenai HOTS

Iwan Sutiawan
15-04-2018 23:06

Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 2 Bandung, Bandung, Jawa Barat, (2/4). (ANTARA/M Agung Rajasa/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag) melakukan pelatihan intensif dan kontinu tentang pembelajaran berpikir kritis atau High Order Thinking Skills (HOTS) kepada guru.

FSGI menyampaikan rekomendasi tersebut untuk menindaklanjuti keluhan para peserta UNBK SMA atau SLTA tahun 2018 atas sulitnya soal-soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), khususnya mata pelajara Matematika.

"Pertama, adakan pelatihan guru secara intensif dan kontinu terkait pembelajaran berpikir kritis (HOTS)," demikian FSGI melalui siaran pers yang diterima Gatra.com di Jakarta, Minggu (15/4).

Kedua, FSGI juga mengajukan agar dilakukan pelatihan pembuatan soal cerita HOTS. Ketiga, UNBK secara bertahap mesti mengurangi soal LOTS digantikan dengan soal HOTS, jangan secara tiba-tiba langsung banyak soal kategori HOTS.

"Keempat, susunan dan komposisi soal UNBK harus tetap mengikuti kaidah soal yang baik (proporsional soal sulit, sedang, mudah, cakupan materi dan banyak soal setiap materi sesuai kisi-kisi dan simulasi/try out/uji coba)," kata Satriwan Salim, Wakil Sekjen FSGI.

Kelima, membuat soal bertingkat yang sesuaikan dengan tingkat pemenuhan standar pendidikan yang dicapai sekolah. Terakhir atau keenam, pemerintah mesti memikirkan ulang tujuan dan kegunaan UNBK bagi sekolah.

"Mesti ada kejelasan status, kegunaan praktis dan tindak lanjut akan hasil nilai UN tersebut. Jika semua itu dilakukan konsisten dan terbuka, tentu akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas pula," ujarnya.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
15-04-2018 23:06