Main Menu

Dengan jalur baru KA, KEK Sei Mengkei - Kuala Tanjung Hanya 40 menit

Arif Prasetyo
18-04-2018 00:16

Ilustrasi(ANTARA/Vitalis Yogi Trisna/re1)

Jakarta , Gatra.com – Kementerian perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian menjalin kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero), dan ditjen pengembangan wilayah industri kementerian perindustrian untuk memanfaatkan tanah dan alih status hasil pembangunan prasarana perkeretaapian di kawasan industri dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sepanjang ± 2,95 Km.

 

“Prasarana perkeretaapian yang telah terbangun diharapkan dapat dioperasikan untuk mendukung KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, dalam pesan tertulis, Selasa (17/4).

Pembangunan jalur KA segmen Sei Mangkei-Perlanaan ini merupakan bagian dari terwujudnya jalur KA yang akan menghubungkan KEK Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

Sebelumnya, pada tahun 2013-2015 lalu telah dilaksanakan pekerjaan peningkatan jalur KA segmen Perlanaan-Gunung Bayu sepanjang ± 4 Km dan segmen Bandar Tinggi-Perlanaan sepanjang ± 15 Km.

Diketahui, pembangunan ini memang sempat terhenti pada 2016 lalu dikarenakan beberapa kendala teknis di lapangan. Kemudian dilanjutkan kembali pada 2017 dan ditargetkan selesai pada tahun 2018.

Lanjut Zulfikri, lamanya waktu pekerjaan, dikarenakan pembangunan yang dilakukan secara per bagian, di mana bagian yang siap untuk dibangun, dikerjakan terlebih dahulu. Nantinya apabila segmen Bandar Tinggi-Kuala Tanjung ini sudah siap untuk dioperasikan, maka lintas Sei Mangkei-Perlanaan-Bandar Tinggi-Kuala Tanjung akan terhubung dengan jalur KA sepanjang ± 39,5 Km.

“Dengan dioperasikannya segmen Sei Mangkei-Perlanaan, serta segmen Bandar Tinggi-Kuala Tanjung yang ditargetkan selesai tahun ini, kapasitas lintas perjalanan KA menjadi 9 pp/hari dengan kapasitas beban angkut barang mencapai 750 ton/perjalanan,” jelas Zulfikri.

Menurutnya waktu tempuh perjalanan dari KEK Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi ± 40 menit. Pengoperasian lintas Sei mangkei-Kuala Tanjung ini juga diharapkan dapat mendorong geliat perekonomian di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara.

Dan tentunya turut mendukung KEK Sei Mangkei terutama dalam pengangkutan barang (logistik) maupun orang dari KEK Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung, begitupun sebaliknya.



Editor: Arief Prasetyo

 

Arif Prasetyo
18-04-2018 00:16