Main Menu

Menteri Siti Klaim Pembangunan Infrastruktur Tak Rusak Hutan

Mukhlison Sri Widodo
24-04-2018 09:21

Konferensi Tingkat Tinggi Hutan Hujan Asia Pasifik Ke-3 (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengklaim kencangnya pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas Presiden Joko Widodo tidak merusak kelestarian hutan.

 

“Pembangunan infrastruktur oleh Presiden Jokowi  berbeda dengan konsep dua-tiga tahun lalu. Saat itu, banyak proyek infrastruktur yang terhambat karena melewati kawasan hutan,” kata Siti di DI Yogyakarta, Senin (23/4).

Siti hadir bersama Menteri Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Australia, The Thon Josh Frydenberg, untuk membuka Konferensi Tingkat Tinggi Hutan Hujan Asia Pasifik Ke-3 (3rd Asia Pacific Rainforest Summit), 23-25 April.

Menurut Siti, pemerintah saat ini mengutamakan pelestarian hutan dalam percepatan infrastruktur terutama jalan. 

Kontrol dan pengawasan terhadap kelestarian hutan pun menjadi prioritas utama.

“Hutan saat ini telah menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kami tidak ingin percepatan laju infrastruktur ini mengabaikannya,” kata dia.

Karena itu, dalam pembangunan infrastruktur ini pemerintah  memanfaatkan pengalaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi juga mematuhi berbagai aturan tentang hutan.

Dari kombinasi itu, pemerintah yakin telah menemukan solusi ketika pemanfaatan kawasan hutan terkendala. Selain alternatif mengalihkan rute, penerapan teknologi untuk membangun jalan layang dan under pass pun dimaksimalkan.

“Soal legalitas, saya sudah diminta Presiden untuk mencari tahu kendala apa yang dialami selama ini. Dan memang, dahulu program pembangunan infrastruktur tidak mendalami lebih detail aturan pelestarian hutan,” katanya.

Siti pun memastikan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur ini tidak mengganggu kawasan hutan cagar alam dan hutan lindung. Sementara untuk hutan produksi primer atau skunder, pemanfaatkan  didasarkan pada prinsip pelestarian dan peningkatan ekonomi masyarakat.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
24-04-2018 09:21