Main Menu

Sumur Minyak Ilegal di Aceh Meledak, SKK Migas Akui Kecolongan

Mukhlison Sri Widodo
25-04-2018 16:15

Kebakaran sumur minyak illegal di Desa Pasi Puteh, Aceh (ANTARA/Maulana/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Ketua Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengakui pihak kecolongan dalam  mengawasi pengeboran sumur minyak ilegal.

 

Pada Rabu (25/4) pagi, pengeboran sumur minyak ilegal di Aceh Timur meledak dan dilaporkan menewaskan 10 pekerja.

“Dari info tim SKK Migas yang turun ke lapangan, kejadian ini karena faktor kesalahan manusia. Kami pastikan pengeboran sumur minyak yang satu daerah dengan kilang Pertamina ini adalah ilegal,” jelas Amien saat ditemui di DI Yogyakarta.

Amien menyatakan ledakan dari sumur minyak ilegal ini tidak seperti di film-film. Sebab sumur minyak ilegal itu hanya memiliki kedalaman tidak lebih dari 250 meter, sehingga bukan sumur dalam.

Meski sudah diatur UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, pengelolaan sumur minyak harus berdasarkan kontrak kerja sama yang diakui pemerintah. Jika tidak sesuai, maka pengeboran dinyatakan ilegal.

“Kami akui sulit melakukan pengawasan di lapangan, terutama di beberapa daerah sumber minyak seperti di Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Aceh,” ujarnya.

Menurut dia, lemahnya pengawasan ini karena kekurangan sumber daya sebagai tenaga pengawas di SKK Migas. 

Terlebih lagi, pengeboran sumur minyak ilegal  dilindungi masyarakat karena dianggap menguntungkan.

Sebagai solusi mengurangi sumur minyak ilegal, Amien mengatakan saat ini SKK Migas bersama  Pertamina dan pemerintah daerah mengembangkan kawasan wisata di sekitar lokasi sumur ilegal.

Dengan objek wisata baru, pendapatan masyarakat yang selama ini mengandalkan sumur minyak ilegal akan beralih ke  sektor pariwisata. 

Upaya ini sudah dilakukan di kawasan Wonocolo, Cepu, Bojonegoro.

“Kami akan lihat dulu bagiamana kondisi sumur-sumur minyak ilegal di lain daerah yang nanti kami temukan. Jika sesuai, nantinya konsep yang sama bisa kita terapkan,” tandasnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
25-04-2018 16:15