Main Menu

Banjir TKA Asal Cina, Politisasi atau Fakta? Ini Jawaban Menaker

Iwan Sutiawan
29-04-2018 01:12

Menteri Tenaga Kerja, Muhamad Hanif Dhakiri (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Jelang pemilihan calon presiden (capres) 2019, kabar membludaknya tenaga asing (TKA) khususnya asal Cina masuk ke Indonesia kembali mencuat setelah hoaks dan ujaran kebencian tentang Suku, Agama, Ras dan Antargolongan reda pasca-terkuaknya satu kelompok yang diduga pelaku.

Lantas apakah kabar membanjirnya TKA khususnya asal China ini sengaja dihembuskan karena kepentingan politik kelompok tertentu atau memang benar adanya akibat TKA yang berbondong-bondong masuk ke Indonesia?

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema Buruh Pasca-Reformasi di Jakarta, Sabtu malam (28/4), mengatakan, ini biarkan masyarakat yang menilai.

"Silakan dijawab dan dinilai sendiri oleh masyarakat. Tapi izinkan saya untuk bercerita, bahwa isu TKA dari waktu ke waktu itu ada, tapi porsi pemberitaan itu sangat kecil. Jadi rata-rata antara 5-10 berita per bulan," ujarnya.

Isu tentang membludaknya TKA, khususnya asal China, tiba-tiba melonjak jelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang diikuti pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), Anies Baswedan-Sandiaga S Uno, dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Begitu menjelang pilkada DKI, sampai pada puncaknya naik tinggi, habis itu turun lagi. Kemudian kembali ke rata-rata 5-10 per bulan. Pada saat inggi itu sampai 300 berita per bulan," ujar Hanif.

Jelang Pilpres 2019, lanjut Hanif, isu tentang membanjirnya TKA khususnya asal China, kembali mencuat. "Saya hanya cerita, itu hasil maping pemberitaan yang kami lakukan. Apakah itu ada faktor politisasi atau tidak, silakan dinilai sendiri. Tapi fakta pemberitaannya seperti itu," ujarnya.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
29-04-2018 01:12