Main Menu

Ini Penjelasan Tindak Lanjut SKB Tiga Menteri Tentang Cuti Bersama Idul Fitri 1439 H

Arif Prasetyo
07-05-2018 19:27

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (GATRAnews/RT)

Jakarta, Gatra.com – Sejumlah Menteri dan Kepala Lembaga hadir dalam acara penjelasan tindak lanjut SKB tiga Menteri tentang Cuti Bersama Idul Fitri 1439 H di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta. Mereka adalah Menaker, Menhub, Mensos, Menkes, Mendagri, MenPan dan RB, Bank Indonesia, OJK, Polri serta 13 perwakilan Kementerian/Lembaga lainnya.

 

Diketahui, Pemerintah telah menetapkan penyesuaian hari cuti bersama Idul Fitri melalui SKB Tiga Menteri yang ditetapkan pada 18 April 2018. Dalam menindaklanjuti SKB Tiga Menteri itu, Pemerintah mendengarkan berbagai aspirasi baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun keamanan dan ketertiban.

“Dari Aspek Sosial, Pemerintah mempertimbangkan: cuti bersama akan memberi waktu yang cukup bagi masyarakat dalam bersilaturahmi bersama keluarga yang berada di luar kota dan Pemerintah dapat melakukan rekayasa lalu lintas sehingga memberikan kenyamanan dalam perjalanan mudik,” jelas Menteri Puan Maharani,di Kantor Menko PMK, Jakarta, Senin (7/5).

Dari Aspek ekonomi, lanjut Puan, Pemerintah juga telah mempertimbangkan agar dunia usaha dapat beroperasi dengan mendapatkan dukungan pelayanan dari sektor perbankan, transportasi, urusan ekspor-impor, imigrasi dan bea-cukai.

Pemerintah juga telah mendengarkan aspirasi dan melakukan pembahasan bersama dengan perwakilan dari dunia usaha, APPINDO, dan KADIN, serta pihak Bursa Efek Indonesia, agar tetap dapat menciptakan kondisi perekonomian yang tetap kondusif.

Melalui serangkaian proses pembahasan dan pertimbangan, Pemerintah mengambil kebijakan tindak lanjut SKB Tiga Menteri tentang cuti bersama tanggal 11, 12, dan 20 Juni 2018, sebagai berikut:

Pertama, Pemerintah memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat yang mencakup kepentingan masyarakat luas tetap berjalan seperti biasa: Rumah Sakit, Telekomunikasi, Listrik, Air Minum, Pemadam Kebakaran, Keamanan & Ketertiban, Perbankan, Imigrasi, Bea Cukai, Perhubungan, dan lain sebagainya.

Kedua, setiap Kementerian/Lembaga akan menugaskan pegawai tetap bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ketiga, PNS yang tetap bekerja untuk melayani masyarakat pada saat cuti bersama, dapat mengambil cuti di waktu lain tanpa mengurangi hak cuti tahunannya.

Keempat, transaksi Pasar Modal dan Bursa akan dibuka pada 20 Juni 2018. Ketentuan Pelayanan Perbankan akan diatur oleh Bank Indonesia.

Kelima, cuti bersama di sektor swasta merupakan bagian dari cuti tahunan pekerja/buruh yang bersifat fakultatif, sehingga pelaksanaannya dilakukan atas kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan. Ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan oleh Kemenaker.

Keenam, Kementerian Perhubungan akan mengatur semua stakeholder pelabuhan agar dapat bekerja dan melayani kegiatan pelabuhan selama masa cuti bersama Idul Fitri.

Tujuh, empat Menko akan mengeluarkan surat instruksi kepada K/L terkait untuk melaksanakan Penugasan Pelayanan Publik dan Pengaturan Pegawai di K/L terkait.

Delapan, setiap K/L akan menindaklanjuti pengaturan hal tersebut dengan menetapkan Instruksi dan/atau Surat Edaran.

Menteri Puan berharap dengan penjelasan ini pelaksanaan cuti bersama Idul Fitri 1439 H, dapat berjalan dengan baik, masyarakat dapat memperoleh kenyamanan saat mudik, dan dunia usaha tetap kondusif.



Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
07-05-2018 19:27