Main Menu

Diantar Duta Besar, TKI 74 Tahun Kembali ke Indonesia

Rosyid
14-05-2018 13:32

Mbah Qibtiyah (kanan) bersama Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegabriel. (Dok. KBRI Arab Saudi/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Mbah Qibtiyah, 74 tahun, WNI yang hampir 30 tahun bekerja di Riyadh, Arab Saudi, dan hilang kontak dengan keluarganya di Jember, Jawa Timur, akhirnya bisa dipulangkan ke Indonesia, Senin (14/5) ini. Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegabriel mengantar langsung, dengan Pesawat Emirate nomor penerbangan EK 356, yang dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Senin pukul 15.40 WIB.

 

“Sekarang sedang transit di Dubai,” kata Dubes Agus Maftuh, dalam keterangan yang diperoleh Gatra.com, Senin (14/5). “Alhamdulillah, tadi saya lewatkan jalur VIP, maktab tanfidzi atau executive office yang biasa untuk lewat pejabat tinggi Saudi, para menteri dan dubes,” Agus Maftuh menambahkan. Pengurusan sampai rumah di Jember, kata Maftuh, akan diurus BNP2Tki dan Kemenlu.

Qibtiyah alias Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi, datang pertamakali ke Saudi pada 14 Agustus 1990, di usia 46 tahun. Warga Desa Curah Sawah, Kecamatan Umbulsari, Jember, Jawa Timur ini ketika berangkat ke Saudi, menggunakan alamat Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Jawa Timur. Sejak datang ke Saudi, Mbah Qibtiyah tidak pernah mengajukan perpanjangan paspor, sehingga iqomah-nya (izin tinggal di Saudi) tidak terdeteksi.

Mbah Qibtiyah ditemukan berkat bantuan Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud yang juga keponakan Raja Salman bin Abdulaziz.
Tanggal 14 Maret 2018, KBRI Riyadh mengirim nota diplomatik ke Kemenlu Arab Saudi untuk minta bantuan menelusuri Qibtiyah. Usaha ini belum berhasil, sehingga pada 27 Maret 2018, Dubes Agus Maftuh menulis surat khusus kepada Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar.

Gubernur Riyadh memerintahkan semua instansi di bawahnya untuk membantu KBRI Riyadh menemukan Nenek Qibtiyah. Akhirnya, pada 18 April 2018, sang nenek ditemukan dan dijemput Tim Pelayanan WNI KBRI Riyadh untuk diproses hak-haknya dan kepulangannya ke Indonesia.

Hak keuangan Qibtiyah diberikan pada 29 April lalu, oleh Kapten Ibrahim Muhammad, keponakan majikan Qibtiyah, Nourah Mohammed al-Daerim, sebesar 76 Ribu Riyal (sekitar 266 juta Rupiah). Penyarahan bisyarah –Dubes Agus Maftuh tidak menyebutnya sebagai gaji, berlangsung di Ruang Kerja Dubes Agus Maftuh di KBRI Riyadh, disaksikan Dubes Saudi untuk Indonesia, Osama as-Syuaibiy.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
14-05-2018 13:32