Main Menu

Menhub: Sepeda Motor Penyebab Kecelakaan Tertinggi

Mukhlison Sri Widodo
19-05-2018 20:47

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berada di Stasiun Tugu Yogyakarta.(GATRA/Arif Koes/re1)

Yogyakarta, Gatra.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pemudik tidak menggunakan sepeda motor. Dua tahun berturut-turut 70 persen penyebab kecelakaan lalu lintas itu sepeda motor.

 

HaI ini disampaikan Menhub usai meninjau kesiapan Stasiun Tugu Yogyakarta pada Sabtu (19/5) menyambut arus mudik lebaran 2018.

“Melalui rekan-rekan media, saya meminta kepada seluruh pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor saat mudik nanti. Terlalu besar resikonya, dibandingkan dengan moda transportasi lainnya,” kata Menhub.

Data menunjukkan selama dua tahun terakhir pengendara sepeda motor menjadi penyebab 70 persen lebih kecelakaan jalan raya. Penyebab utamanya adalah kelalaian berkendara dan kelelahan karena perjalanan jauh.

Tahun ini Menhub berharap aturan pelarangan sepeda motor untuk mudik lebih diintensifkan oleh dinas perhubungan tingkat daerah bekerjasama dengan kepolisian.

“Sebagai alternatifnya, kami meminta menggunakan moda angkutan darat lainnya seperti bus dan kereta api,” ujarnya.

Khusus moda transportasi darat selain kereta api, Menhub meminta Organisasi Angkutan Darat (Organda) mensosialisasikan kepada seluruh anggotanya untuk menyiapkan armada sebaik mungkin demi keselamatan penumpang.

Menhub mensyaratkan seluruh armada pengangkut penumpang harus lolos cek rem maupun pemeriksaan lain. Jika kedapatan tidak memiliki ijin laik jalan, maka petugas akan melarang beroperasi.

“Sebenarnya hal ini sederhana, semisal kondisi ban. Jika tidak memiliki alur atau sudah gundul tapi tetap digunakan maka akan membahayakan penumpang. Kami juga meminta penumpang menggunakan armada yang sudah berstiker laik jalan,” lanjutnya.

Secara umum, Menhub menyatakan kesiapan menyambut mudik lebaran sudah terencana dengan baik. 

Dari inspeksi jalan mulai Jakarta-Surabaya kondisi jalan nasional baik. 

Sehingga bagi pemudik yang tidak ingin melewati tol bisa menggunakan jalan nasional di elatan maupun utara Jawa sebagai alternatif.

“Tahun ini perkiraan jumlah pemudik mencapai 30 jutaan. Penumpang via udara mengalami peningkatan menjadi 8 juta, kemudian darat 7-8 juta, dan via kapal laut sebanyak 1,5 juta penumpang,” pungkasnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
19-05-2018 20:47