Main Menu

DPR RI Yakin Megawati Cs Tak Tahu Digaji 100 Juta

Wem Fernandez
28-05-2018 15:20

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (GATRA/Abdurachman/RT)

Jakarta, Gatra.com-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Taufik Kurniawan meyakini, tokoh-tokoh yang berkecimpung dalam Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tak tahu menahu soal besarnya gaji yang mereka terima. 

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 42/2018, lembaga non struktural yang dikepalai oleh Megawati Soekarnoputri tersebut memperoleh gaji hingga Rp.112 juta tiap bulan. 

“Menurut saya begini, buat para tokoh nasional kita, barangkali juga pasti sebelumnya tidak diberitahu, di informasikan. Katakanlah Bu Mega. Beliau adalah mantan presiden kita. Jadi tidak dalam pikiran saya, Bu Mega dalam posisi diberitahu atau yang meminta karena sudah sangat tidak pada kelasnya,” tegas Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (27/5). 

Politisi PAN ini menambahkan, dengan kisaran gaji yang fantastis tersebut pasti akan menjadi sorotan masyarakat. Taufik ingin mencari tahu siapa otak yang menyusun atau menyodorkan gaji sebesar itu kepada BPIP. 

“Kalau secara pribadi, saya masih khusnuzan, tokoh-tokoh yang ada di situ barangkali tidak tahu terhadap tunjangannya. Tapi kalau kemudian lantas sudah jadi polemik, maka sebaiknya ditinjau ulang. Karena sekali lagi, semangatnya masa di atas gaji presiden,” terang dia. 

Dia menyebutkan, harusnya ada standarisai gaji bagi BPIP yang besarnya tersebut telah melampaui gaji direksi BUMN atau presiden sendiri. Perpres ini menurut Taufik, justru merugikan sejumlah tokoh yang berkecimpung di dalamnya

“Kasihan juga yang enggak ngerti, seperti Bu Mega, saya yakin enggak tahu juga beliau dan ini sekarang telah menjadi sorotan publik. Karena ini sangat merugikan bagi tokoh-tokoh kita perlu di klarifikasi. Mana ada ketokohan yang dibayar? Ini enggak pas. Karena ini bukan arena politik, ini arena di dalam masyarakat untuk mengisi dan membina BPIP,” tegas dia. 


 
Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Rosyid

Wem Fernandez
28-05-2018 15:20