Main Menu

Artidjo Alkostar : Seolah-olah di Republik ini, tidak ada lagi orang yang bersih

Sujud Dwi Pratisto
03-06-2018 05:27

Caption

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Langkah KPU yang akan menerbitkan PKPU larangan mantan terpidana korupsi menjadi calon legislatif (caleg) memicu pro-kontra. Ada yang menolak aturan ini, tapi tak sedikit pula yang mendukung. Satu diantaranya dukungan datang dari Artidjo Alkostar, mantan hakim agung yang baru saja memasuki masa pensiun.

 


“Kalau (mantan terpidana korupsi) dibolehkan menjadi caleg, jadi seolah-olah di Republik ini, tidak ada lagi orang yang bersih,” kata Artidjo saat ditemui GATRA di acara buka puasa bersama Kantor Law Firm Ail Amir & Associates di Jakarta Selatan, Sabtu (2/6) malam.


Artidjo mengatakan bahwa semestinya publik diberikan jaminan, orang yang akan mencalonkan diri sebagai pejabat publik merupakan orang yang bersih. Tidak memiliki cacat yuridis, seperti mantan narapidana korupsi. “Kalau sudah punya cacat yuridis, menjadi beban bagi masyarakat. Untuk itu, saya kira tidak tepat (mantan narapidana korupsi) nyaleg,” ujar Artidjo.


Soal argumen bahwa setiap orang memilih hak politik untuk dipilih sehingga aturan larangan mantan narapidana korupsi nyaleg dianggap melanggar hak asasi manusia, Artidjo tak sependapat. “Itu hal yang lain. Hak yang bersangkutan itu bukan hak asasi manusia secara umum,” katanya . “Mereka sudah punya cacat yuridis dan saya kira kurang tepat dipilih lagi dalam jabatan publik. Kalau untuk jabatan lain silahkan saja,” Artidjo menambahkan.


Editor : Sujud Dwi Pratisto

Sujud Dwi Pratisto
03-06-2018 05:27