Main Menu

Mensos: Bantuan Program Keluarga Harapan Diperbesar Tahun Depan

Mukhlison Sri Widodo
05-07-2018 04:26

Menteri Sosial Idrus Marham. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Menteri Sosial Idrus Marham menyatakan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) diperbesar pada 2019.

 

Dengan jumlah penerima sama seperti tahun ini, yakni 10 juta jiwa, jumlah bantuan untuk tiap keluarga akan berbeda.

“Tahun depan anggaran yang kami siapkan untuk  PKH meningkat hampir dua kali lipat. Jika tahun ini anggaran yang disediakan sebesar Rp17 triliun, maka tahun depan menjadi Rp32 triliun,” kata Mensos, Rabu (4/7) di Yogyakarta.

Idrus menyatakan kenaikan anggaran ini berdasarkan perubahan parameter kemiskinan dan sebagai upaya memotivasi keluarga penerima bantuan PKH agar mandiri.

Untuk perubahan parameter kemiskinan, Kementerian Sosial menambah faktor keberadaan orang lanjut usia (lansia). 

Sebelumnya, kriteria penerima bantuan PKH adalah keluarga miskin yang mencakup wanita hamil, balita, anak usia sekolah, dan penyandang disabilitas.

Jumlah bantuan yang diterima pun naik. Jika sebelumnya 10 juta jiwa menerima bantuan dengan jumlah yang sama, yaitu di kisaran Rp 1,89 juta per tahun, maka mulai tahun depan jumlah dana bantuan bervariasi.

“Kami merumuskan bantuan terendah Rp 2 juta dan maksimal Rp 3,5 juta setahun. Besaran ini tergantung beban yang ditanggung oleh keluarga miskin,” lanjut politisi Partai Golkar ini.

Idrus menambahkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, mulai tahun depan bantuan PKH diprioritaskan kepada keluarga yang memiliki semangat kewirausahaan. 

Ini bertujuan agar bantuan bisa dikembangkan sebagai usaha sehingga keluarga tersebut mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.

Kemensos menyebut sekitar 45 ribu pendamping PKH senasional akan memastikan bahwa penggunaan bantuan sesuai peruntukan dan bisa mengangkat ekonomi keluarga miskin.

Mengenai jumlah keluarga penerima bantuan PKH yang tetap, Idrus menyatakan hal itu berkaitan dengan angka kemiskinan yang sudah dipatok pemerintah.

Idrus mengatakan jika dalam satu keluarga terdiri atas ayah, ibu, dua anak, dan lansia, maka jumlah penerima bantuan  berkisar 40-50 juta orang.

“Angka itu melebihi angka kemiskinan berdasarkan sensus penduduk nasional tahun lalu yang berjumlah 26,58 juta jiwa atau sekitar 10,12 persen dari total penduduk,” katanya.

Idrus berujar, dengan ditetapkan sebagai penerima bantuan PKH, mereka yang dianggap keluarga miskin dapat terpacu untuk bekerja dan memperbaiki diri.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
05-07-2018 04:26