Main Menu

Proses Pembelian Jet Korsel Jangan Salahi UU

Wem Fernandez
09-07-2018 16:47

Anggota komisi I DPR RI, Hanafi Rais. (Dok. DPR RI/FT02)

Jakarta, gatra.com -Anggota Komisi I DPR RI Hanafi Rais mengungkapkan, rencana kerjasama pemerintah Indonesia dengan Korea dalam bidang pertahanan jangan sampai menyalahi Undang-Undang (UU). Salah satu rencana kerjasama kedua negara ini terkait pengembangan jet tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX-IFX).

"Karena kita melihat keputusan presiden terkait proyek bersama KFX ini masih menggantung. Mau lanjut atau berhenti? Karena pemerintah informasi terakhir menangguhkan pembayaran itu, meminta negosiasi ulang," kata Hanafi kepada wartawan usai rapat kerja Komisi I dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/7).

Alhasil, Komisi I DPR akan membawa pembahasan kerja sama ini dalam rapat paripurna yang digelar Selasa, (10/7), besok. Ia berharap apapun keputusan akhir pemerintah, semisal menghentikan rencana kerja sama, sedianya tidak berimbas pada hubungan baik kedua negara. Tidak boleh pula keputusan final tersebut melanggar UU yang sudah diratifikasi.

"Jadi kita ingin pemerintah, kalau nanti sudah diratifikasi UU ini harus tetap menegakkan peraturan yang berlaku. Sekali UU ini kita ratifikasi, maka hak pengawasannya melekat pada parlemen," terang dia.

Terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjawab diplomatis mengenai hasil rapat dan catatan yang diberikan DPR kepada pemerintah. Menurutnya, proyek kerja sama militer dengan Korsel tetap dilaksanakan. "Ya, teruslah," singkat dia

Jet tempur canggih KFX/IFX adalah pesawat semi siluman generasi 4.5 yang dikembangkan Korea Selatan dan Indonesia. DPR menilai proyek tersebut masih dalam fase engineering manufacture development (EMD) atau masih sangat lama untuk proses produksinya.

Tidak hanya itu, Komisi I juga mempertanyakan beberapa hal yang dianggap masih memerlukan koordinasi terkait alih teknologi dengan negara-negara Eropa selain Amerika Serikat, khususnya untuk 4 teknologi utama di dalam pesawat tempur KFX/IFX, seperti radar electronically scanned array (AESA), infrared search and track (IRST), electronic optics targeting pod (EOTGP), dan radio frequency jammer.


Reporter : Wem Fernandez

Editor : Bernadetta Febriana

Wem Fernandez
09-07-2018 16:47