Main Menu

Berikan Kuliah Umum di Singapura, Kepala KSP Paparkan Keberhasilan Pemerintah

Ervan
11-07-2018 14:47

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr.Moeldoko memberikan kuliah umum di Sheraton Tower Singapura.(Dok. KSP/re1)

Jakarta, Gatra.com- Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) TNI, Moeldoko memaparkan keberhasilan Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama memimpin Indonesia.

Selama empat tahun berkuasa, Presiden Jokowi telah melakukan pembangunan infrastruktur yang luar biasa masif di seluruh Indonesia.

Hal itu dikatakan Moeldoko saat memberikan kuliah untuk Rajatnam School of International Studies, Nanyang Technological University, pekan lalu.

Moeldoko mengatakan, saat ini Indonesia aktif menghadapi perubahan revolusi industri 4.0, sebuah peta jalan menghadapi revolusi terbaru yang bergantung pada Internet of Things (I0T), Artificial Intelligence (AI) dan robotika.

Selain itu, Presiden Jokowi aktif mempromosikan mekanisme menghadapi perubahan global, dengan meningkatkan stabilitas keamanan regional dengan peta baru geopolitik.

“Indonesia akan secara aktif mengundang negara-negara mitra untuk memperkuat kerja sama. Dan saya mengusulkan embrio proyek ini beberapa tahun yang lalu sebelum saya ditunjuk sebagai Kepala Staf di Kantor Staf Presiden,” lanjut diadalam rilis yang diterima, Rabu (11/7) .

Kemajuan Indonesia selama hampir empat tahun di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi diantaranya pembangunan sarana dan prasarana fisik. 

Tujuan dari proyek tersebut adalah meningkatkan kinerja ekonomi Indonesia, menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan koneksi dan hubungan di antara orang-orang.

Tantangan ekonomi Indonesia, mengenai sumber untuk pendanaan pengembangan proyek-proyek itu. Pemerintah Indonesia menyambut negara-negara mitra untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia.

"Pemerintah Indonesia menyediakan investasi ini dengan peraturan yang jelas dan stabil untuk memastikan keamanan dari investasi ini," ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga tanpa lelah mengurangi kompleksitas peraturan tersebut dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden 91/2017 untuk mengurangi hambatan untuk berinvestasi di Indonesia.

 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Rosyid

 

Ervan
11-07-2018 14:47