Main Menu

Kanada dan Bappenas Kerja Sama Proyek Iklim Investasi

didi
26-07-2018 11:49

Kerjasama Kanada dengan Bappenas.(Dok. Bappenas/re1)

Jakarta, Gatra.com - Kanada menaruh perhatian khusus terhadap perkembangan iklim investasi bagi pengusaha kecil di Indonesia. Hal itu ditandai kerjasama Kanada dengan Bappenas melaksanakan Proyek National Support for Local Investment Climates (NSLIC) / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) senilai 18 juta dolar Kanada.

Proyek yang didanai oleh Kanada ini dilaksanakan bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan dilaksanakan oleh CowaterSogema International. NSLIC/NSELRED menyediakan pengembangan kapasitas untuk meningkatkan iklim investasi daerah dan pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten/Kota terpilih di 2 Provinsi yaitu Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Direktur NSLIC/NSELRED - CowaterSogema International Incorporated, Rino Sa’danoer, mengatakan Proyek NSLIC juga mendukung inovasi di 18 provinsi melalui skema dana Responsive Innovation Fund (RIF) yang diberikan kepada 6 daerah setiap tahun selama 3 tahun, untuk memperkuat Kementerian/Lembaga Nasional untuk mendukung pengembangan ekonomi regional dan lokal yang berkelanjutan, responsive gender dan ramah lingkungan.

“Proyek RIF dirancang untuk meningkatkan iklim usaha, mendorong investasi, dan mengembangkan ekonomi yang inovatif dengan menggunakan alat, instrument, dan dukungan teknis yang tepat. Berdasarkan konsultasi yang mendalam dengan para stakeholders di tingkat nasional dan lokal," kata Rino dalam keterangan yang diterima, Kamis (26/7).

Ia menambahkan daerah RIF yang terpilih diharapkan untuk menyediakan solusi inovatif dalam perbaikan kebijakan, keterlibatan dengan pihak swasta dan publik termasuk perusahanaan finansial dan teknologi untuk memfasilitasi pengembangan ekonomi dan pertumbuhan investasi di kabupaten.

Rino menambahkan tujuan RIF untuk memperkuat dukungan nasional yang terkoordinasi untuk pengembangan ekonomi lokal yang inovatif dan bisa berbentuk pengembangan proses yang lebih efisien, metode baru, sharing sumber daya dengan kabupaten lainnya, atau penggunaan alat dan teknologi untuk membantu mengatasi jarak dan hambatan lainnnya.

“Dana Inovasi Responsive Innovation Fund/RIF menyediakan dukungan teknis kepada 18 Kawasan Prioritas Perdesaan Nasional (KPPN) yang terpilih dari 39 wilayah yang merupakan target nasional untuk pusat pertumbuhan baru untuk peningkatan keterkaitan kota-desa sesuai RPJMN 2015-2019,” kata Rino.

Sementata enam penerima Dana Inovasi RIF Tahap Pertama adalah Banyuwangi, Pinrang, Maluku Tengah, Kubu Raya, Lombok Timur, dan Tabanan yang dipilih melalui proses yang partisipatoris dan transparan yang melibatkan perwakilan dari Bappenas, Global Affairs Canada, Kemenko PMK dan Kemendesa.

Duta Besar Kanada Peter MacArthur menyatakan Proyek NSLIC sejalan dengan International Assistance Policy Kanada yang berfokus pada membantu kaum miskin, lemah dan terpinggirkan, termasuk memajukan pemberdayaan ekonomi perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal dan regional.

“Dengan adanya proyek ini, saya berharap bisa membantu beberapa daerah di Indonesia, supaya lebih maju baik dari sektor ekonomi, sumber daya manusia, pertanian, pariwisata,perikanan maupun yang lainnya," kata McArthur.



Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
26-07-2018 11:49