Main Menu

DPR Minta Kementan Selarasakan Data dan Fakta

didi
26-07-2018 19:38

Ilustrasi pasokan ayam dan telur.(ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho/re1)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Pertanian (Kementan) diminta menyelaraskan kinerja yang bersesuaian antara data dan fakta di lapangan.

 

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengkritisi kinerja kementan yang kerap menyuguhkan data yang tak konkrit dengan kondisi riil di lapangan, salah satunya terkait harga telur dan daging ayam yang melambung di pasar.

Pernyataan kementerian pimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman soal pasokan ayam dan telur dinilai tak sesuai fakta di pasar.

“Kementan sering mengatakan barang-barangnya ada dan cukup, namun faktanya harga di masyarakat tinggi. Ini kan berarti ada masalah,” ujar anggota DPR Komisi IV dari Fraksi PPP Zainut Tauhid Saadi, Kamis (26/7).

DPR menurut Zainut, khususnya Komisi IV membutuhkan penjelasan yang konkrit dari Kementan terkait persoalan ini. Namun yang terpenting dilakukan Kementan saat ini menurut Zainut adalah sesegera mungkin mencari solusi mengatasi masalah ini.

“Jika mereka (Kementan) tidak siap, impor menjadi pilihan terakhir. Akan tetapi, jika memang nantinya harus impor, imbasnya pasti akan merugikan para peternak. Kementan harus bertanggung jawab, memberikan data yang sebenarnya untuk kepastian apakah barang (telur dan daging ayam) itu ada atau tidak,” kata Zainut.

Di samping itu Zainut mengingatkan satuan tugas (satgas) pangan harus bekerja efektif untuk memastikan realitas di kondisi di lapangan dan cepat mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan ini.

“Hasil dari temuan yang dilakukan satgas itu juga sejatinya harus dipublikasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat juga tahu di mana letak sumbatannya,” ucapnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat, Viva Yoga Mauladi menyatakan pihaknya akan memanggil Kementan untuk meminta penjelasan tak sekedar isu harga telur dan daging ayam yang tengah melambung tinggi, namun terkait isu pangan nasional.

Penjelasan Kementan menurutnya sangat diperlukan karena bertujuan untuk kebaikan kinerja kementerian itu sendiri, termasuk lemahnya koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Terpisah, Ketua Satgas Pangan Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan sehinga belum bisa memaparkan temuannya ke masyarakat.

Satgas diakui Setyo bahkan belum memeriksa pihak manapun yang diduga menjadi bagian dari permasalahan ini.

"Belum ada yang kita mintai keterangan, karena sifatnya masih lidik (penyelidikan). Masih pengumpulan data," kata Setyo.

Setyo pun tak bisa memastikan kapan temuan tersebut disampaikan ke masyarakat karena tim Satgas Pangan menurutnya tidak membuat target sampai kapan pihaknya bisa menyimpulkan temuan.

Sebaliknya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, dalam pemberitaan, mengatakan Kementan telah menyiapkan sejumlah solusi untuk mengatasi harga telur ayam yang mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir.

Sebagai langkah awal, Kementan dipastikan Diarmita akan segera melakukan penghitungan ulang prognosa kebutuhan telur dan ayam ras. Selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan.

“Koordinasi dilakukan antara lain untuk mengkaji kembali harga acuan telur dan ayam ras tingkat produsen maupun konsumen,” ungkapnya.

Hanya saja langkah Kementan ternyata tak secara signifikan berpengaruh pada penurunan harga telur. Ini dibuktikan dengan fakta harga telur yang belum menyentuh harga normal di sejumlah daerah.


Reporter : Didi Kurniawan
Editor : Mukhlison

didi
26-07-2018 19:38