Main Menu

Moeldoko: Standar Kualitas Kinerja Pemerintahan Jokowi Dinaikkan

Ervan
15-08-2018 10:23

Aktifitas warga yang tinggal di kolong jembatan (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/yus4)

Jakarta, Gatra.com- Presiden Jokowi mematok target pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia (IPM) lebih tinggi. Lalu, pengangguran, inflasi, dan kemiskinan ditargetkan terus menurun.

 

Penegasan ini pun disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan tiga variabel penentu, seperti pendapatan per kapita, kualitas kesehatan, dan kualitas pendidikan.

“Strategi membangun dan memperbaiki IPM memakai dua hal, yaitu hard and soft infrastructure," kata Moeldoko  dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/8).

Pendekatan hard infrastructure di antaranya melakukan pembangunan fisik. Untuk soft infrastructure, melalui pembenahan regulasi dan pembangunan manusia.

Moeldoko lalu menguraikan, pembangunan hard infrastructure terdiri dari big and small infrastructure. Big infrastructure terdiri dari jalan tol, jalan nasional, LRT, jalur kereta api, bandara, pelabuhan, pembangkit, dan lainnya.

Treatment ini pun butuh biaya besar, baik melalui APBN atau public-private-partnership (PPP), dengan waktu pembangunannya lama.

“Dampak pada kesejahteraan bagi rakyat dari pembangunan ini perlu beberapa waktu. Sebagian pembangunan dimasukkan dalam kategori proyek strategis nasional (PSN),” lanjut Moeldoko.

Moeldoko melanjutkan, pembangunan small atau basic infrastructure di antaranya sanitasi (jamban), air bersih, elektrifikasi desa, jalan usaha tani, serta pembuatan irigasi tersier dan kuarter.

“Biayanya kecil, dapat diambil dari APBN, APBD, atau Dana Desa. Waktu pembangunannya cepat. Dampak pada kesejahteraan rakyat juga cepat terasa atau instan,” ungkapnya.

Namun, tak kalah penting pembangunan soft infrastructure. Presiden Jokowi melakukannya dengan memperbaiki iklim usaha dan investasi melalui ease of doing business (EoDB).

Ada juga deregulasi salah satunya melalui online single submission (OSS) serta mengurangi ketidakpastian regulasi.

“Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi (SMK, diploma, kursus) sampai dengan menajamkan upaya penurunan stunting,” terang mantan Wakil Gubernur Lemhanas ini.

Moeldoko menekankan, konsep revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi diarahkan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berani, percaya diri, dan optimistis. Lalu, memunculkan karakter kreatif, berjiwa entrepreneurial, santun, toleran, serta bisa berkolaborasi. Lalu, kolaborasi pun diperlukan antara pemerintah dengan swasta.


Reporter : Ervan Bayu
Editor : Mukhlison 

Ervan
15-08-2018 10:23