Main Menu

Klaim Ekonomi Tumbuh, Pidato Jokowi Tak Menyentuh Hutang Negara

Wem Fernandez
16-08-2018 14:25

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah). (ANTARA/Hafidz Mubarak/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sejumlah keberhasilan yang dicapai dalam empat tahun masa pemerintahannya. Selain fokus pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah juga fokus dalam pembangunan ekonomi. Meski klaim sukses dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, Jokowi sama sekali tak menyampaikan hutang negara hingga saat ini. 

 


“Ekonomi kita terus tumbuh di kisaran 5% per tahun, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang sedang berlangsung. Inflasi selalu pada kisaran 3,5%. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa untuk menjaga daya beli rakyat,” kata Jokowi dalam Pidato HUT RI ke73 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Kamis, (16/8). 

 


Dia menyebutkan, pertumbuhan ini tidak terlepas dari ekosistem negara yang kondusif serta berbagai terobosan dalam reformasi struktural. Angka pengangguran terbuka, misalnya turun menjadi 5,13%  pada Februari 2018.

 

“Untuk pertama kalinya, persentase kemiskinan Indonesia turun ke angka satu digit, yaitu menjadi 9,82% pada Maret tahun 2018. Kita sudah berhasil menekan angka kemiskinan dari 28,59 juta atau 11,22%  pada bulan Maret tahun 2015 menjadi 25,95 juta atau 9,82% pada Maret tahun 2018,” ujar Jokowi. 

 

Untuk jaminan perlindungan bagi keluarga miskin, pemerintah juga memperluas jangkauan Program Keluarga Harapan (PKH) dari hanya 2,7 juta keluarga di tahun 2014 menjadi hampir 6 juta keluarga pada 2016. Secara bertahap, jumlah ini meningkat hingga 10 juta keluarga pada tahun 2018. 

 

Jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN juga telah ditingkatkan secara bertahap, dari 86,4 juta jiwa pada tahun 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada bulan Mei tahun 2018. 

 

“Total kepesertaan BPJS Kesehatan sendiri telah mencapai lebih dari 199 juta orang dan akan terus ditingkatkan agar jangan ada rakyat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan karena kendala biaya,’ jelas Jokowi. 


 

Reporter : Wem Fernandez  

Editor : Bernadetta Febriana

Wem Fernandez
16-08-2018 14:25