Main Menu

Kementan : Indonesia Tetap Konsisten Ikuti Aturan WTO

Mukhlison Sri Widodo
17-08-2018 15:43

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro (agrofarm.co.id/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Indonesia akan selalu mengikuti aturan yang ada di WTO, pasca kekalahan Indonesia di sidang banding WTO melawan Amerika Serikat, November 2017 lalu, yang kemudian memicu ancaman denda Rp 5 trilyun dari negeri Paman Sam awal Agustus ini. 

 

Niat Indonesia untuk tetap mematuhi aturan WTO ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro, yang diwawancara media usai memimpin upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI, ke 73, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan Jakarta Selatan pagi ini (17/8).

Syukur Iwantoro, menjelaskan, Indonesia sudah melakukan pembenahan, berkaitan dengan aturan-aturan di WTO. 

“Selama ini memang banyak regulasi yang tidak langsung dipadukan dengan aturan-aturan WTO, namun bukan berarti, Indonesia tidak mematuhi WTO,” katanya dikutip dari rilis Kementerian Pertanian yang diterima GATRA hari ini. 

Pemerintah, kata Syukur, sudah melakukan berbagai pendekatan bersama Kementerian Perdagangan dan Perwakilan tetap Indonesia di WTO. 

“Kita sudah melakukan diskusi dengan Dirjen WTO, yang pasti kita akan tetap konsisten, mengikuti aturan-aturan di WTO, kecuali kita keluar dari keanggotaan di WTO, dan pasti kurang baik juga untuk Indonesia,” tambahnya.

Kementerian Pertanian, dalam mengeluarkan berbagai regulasi bertujuan untuk membangun Sistem Produksi di tingkat Petani, dan meningkatkan kesejahteraan petani. 

Selain itu juga memperbaiki managemen produksi yang lebih efisien untuk mampu bersaing di pasar global. 

“Apapun alasannya, kita terus upayakan agar pembangunan pertanian indonesia, tetap menargetkan kedaulatan pangan bangsa dan rakyat indonesia,” tegasnya.

Indonesia sebagai bagian dari warga global, akan terus konsisten mengikuti aturan yang berlaku di tingkat global, seperti WTO. “Namun usaha dan upaya kita, untuk kemandirian dan kedaulatan pangan, tidak boleh berhenti,” pungkas Syukur. 


Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
17-08-2018 15:43