Main Menu

Polres Jaksel: Kabar Penurunan Paksa Bendera Merah Putih di Kalibata City Tidak Benar

didi
18-08-2018 16:55

Potongan video komunitas penghuni apartemen kalibata city. (Dok.Istimewa/RT)

Jakarta, Gatra.com - Kabar pencopotan paksa bendera merah putih di apartemen Kalibata City ternyata tidak benar adanya. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan mengatakan, petugas keamanan apartemen Kalibata City hanya menertibkan pemasangan bendera, bukan menurunkan paksa bendera merah putih.

Menurut Stefanus, penurunan dan penertiban memiliki makna yang berbeda. Apabila sebuah bendera yang terpasang kemudian dicopot, itu penurunan. Namun kata dia, jika diatur itu berarti diatur pemasangannya.

Ia menjelaskan, apartemen atau rumah susun punya aturan sendiri, termasuk tata cara pemasangan bendera merah putih dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke- 73. Menurutnya, memasang bendera di rumah pribadi dengan misalnya di rusun (rumah susun) tentunya berbeda.

“Jika terjadi masalah, misalnya tiang bendera jatuh dan menimpa penghuni lain lantas siapa yang harus bertanggungjawab. Hal seperti ini mesti diperhatikan juga," kata Stefanus dalam keterangan yang diterima Gatra.com, Sabtu (18/8).

General Manajer Kalibata City Ishak Lopung menegaskan, pengelola tidak melakukan penurunan paksa pemasangan bendera merah putih di salah satu unit apartemen. "Kabar itu tidak benar dan fitnah. Yang kami lakukan adalah menertibkan pemasangan bendera merah putih agar tidak berisiko terhadap penghuni lain. Dan ini hanya di satu unit, tidak ada yang lain," tegas Ishak.

Ishak mengungkapkan, pengelola hanya memberitahukan kepada ibu pemilik unit untuk memindahkan bendera ke area yang lebih aman, yakni di area taman. Karena awalnya pemilik unit yang berada di 12 CF, memasang tiang bendera di balkon, tepatnya di bracket AC, sehingga dikhawatirkan jika jatuh terkena mobil yang lewat dibawah bisa menimbulkan kecelakaan.

Pengelola bahkan menawarkan bantuan untuk memindahkan bedera ke area taman karena pemilik unit tersebut adalah ibu paruh baya. Dan ibu tersebut pun mempersilahkan pengelola untuk membantu.

Namun berselang sekitar 40 menit, ada anak dari ibu tersebut yang bernama ibu Nyimas menanyakan siapa yang melepas bendera. Ketika baru akan dijelaskan, ada orang lain yang tiba-tiba memprovokasi seolah-olah pengelola melarang pengibaran bendera. Lalu keadaan semakin tidak kondusif dengan banyaknya penghuni lain yang seakan memperkeruh keadaan.

Menurut Ishak, sebenarnya selain ibu Nyimas, ada juga penghuni lain yang memasang bendera unitnya namun pemasangannya lebih aman. Salah satunya penghuni di Tower F yang memasang di dalam kaca sehingga risiko jatuh kebawah dan membahayakan dapat diminimalisir. Oleh karena itu, pengelola pun mempersilakan dan tidak menegur pemilik unit.

Selain itu, pengelola Kalibata City justru mempersiapkan serangkaian acara menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia ke-73. "Silakan datang ke Kalibata City untuk melihat meriahnya acara 17 Agustusan ini. Kami juga orang Indonesia yang bangga dengan merah putih," imbuhnya.


Reporter: Didi Kurniawan

didi
18-08-2018 16:55