Main Menu

Menpora: Kirab Pemuda Bisa Majukan Bangsa

Wanto
03-09-2018 10:59

Menpora Imam Nachrawi saat melepas peserta Kirab Pemuda 2018 (Dok. Kemenpora/FT02)

 

Jakarta, Gatra.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta Peserta Kirab Pemuda 2018 harus menjadi corong perubahan bagi masa depan Indonesia.

 

Peserta Kirab tahun ini berjumlah 98 orang, yang beranggotakan anak muda terbaik berdasarkan seleksi ketat untuk mewakili provinsi masing-masing (2x34 provinsi) dan unsur Organisasi Kepemudaan (2x10 OKP) ditambah tim pendamping 10 orang terdiri dari alumni, tenaga kesehatan, dan TNI.

Mereka akan mengadakan napak tilas selama 73 hari sesuai dengan HUT Kemerdekaan RI ke-73.

"Kita harapkan Kirab Pemuda 2018 lebih baik, lebih produktif, lebih berdampak luas kepada anak muda di tanah air dan mereka tidak lagi ditempatkan di hotel-hotel tapi di kampung-kampung rumah penduduk agar mereka bisa berbaur dan beradptasi sekaligus menjadi keluarga baru dari penduduk setempat," ucap Menpora, Senin (3/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan, Kirab Pemuda bernilai strategis demi masa depan bangsa. Tujuan utama dari acara ini untuk meningkatkan persatuan dan patriotisme pemuda yang selaras dengan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, Kirab Pemuda juga sekaligus mempromosikan kreativitas sebagai bagian dari upaya untuk memberdayakan potensi pemuda dan mendorong optimalisasi potensi daerah melalui peran pemuda.

"Mereka ini menjadi juru bicara kita selama 73 hari. Bagaimana mengampanyekan perang melawan narkoba, korupsi, radikalisme, terorisme. Merekalah nanti yang terus membumikan Pancasila, sehingga setiap saat tentu harus kita pantau sejauh mana efeknya ditengah-tengah masyarakat. Ini tidak sekedar yang penting program jalan, mereka betul-betul menjadi corong perubahan dan corong optimisme bagi masa depan Indonesia," tambahnya.

Teknis pelaksanaan perjalanan mengenal lebih dekat tanah airnya ini akan melalui 34 provinsi dan 100 kabupaten/kota, dibagi menjadi dua zona. Zona I, berangkat dari Provinsi NAD, lanjut Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, Babel, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara, Banten, dan DKI Jakarta.

Untuk Zona II, mulai dari Provinsi Papua, bersambung ke Pabar, Maluku, Malut, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sulsel, Sultenggara, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, dan Bali. Zona I start tanggal 5 September dari Sabang dan Zona II dari Merauke pada tanggal 7 September, dan akan finish bertemu kembali tanggal 15 November 2018 di Jakarta.


Reporter: Wanto
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Wanto
03-09-2018 10:59