Main Menu

Kementerian PUPR Melakukan Uji Kompetensi dan Sertifikasi Operator Crawler Crane

didi
21-09-2018 17:40

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian PUPR melakukan Uji Kompetensi dan Sertifikasi Operator Crawler Crane dan Teknisi Prestressing Equipment bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I), Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi DKI Jakarta, dan PT. Superkrane Mitra Utama dan PT. WIKA Beton. 

“Tidak ada cara lain selain mempercepat pembangunan infrastruktur, karena melalui infrastruktur roda perekonomian masyarakat turut berjalan dengan baik,” ujar Direktur Jenderal Bina Konstruksi yang diwakili Sesditjen Bina Konstruksi Yaya Supriyatna Sumadinata dalam keterangannya, Jumat (21/9).

Menurutnya, operator alat berat merupakan tenaga kerja konstruksi yang central dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Sayangnya, di Indonesia tenaga kerja konstruksi operator masih sedikit.

Meski memiliki kemampuan dan pengalaman, namun masih sedikit yang memiliki sertifikat dan tergolong tenaga kerja ahli. Padahal menurutnya, di lapangan tenaga kerja ahli terutama operator crawler crane dan teknisi prestressing equipment sangat diperlukan.

“Ibarat berkendara, banyak yang bisa berkendara di jalan raya, namun belum semua yang memiliki surat ijin berkendara. Pengalaman dan kemampuan dalam mengoperasikan alat berat yang bapak-bapak miliki juga harus disertai dengan surat ijin atau sertifikat,” kata Yaya.

Yaya menambahkan bahwa sertifikat adalah bentuk pengakuan dari kemampuan dan keterampilan kerja tenaga kerja konstruksi. Manfaat dari sertifikat akan terasa saat pekerjaan konstruksi mengalami masalah, tenaga kerja konstruksi akan dilindung oleh Undang-Undang . Hal ini juga sesuai dengan Undang-Undang No 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi.

Sumber Daya Manusia adalah modal penting bagi pembangunan, di samping teknologi, sumber daya alam, dan modal usaha. Salah satu faktor yang berperan penting dalam membangun kualitas infrastruktur adalah kehandalan dan kompetensi SDM Konstruksi yaitu para pekerja konstruksi.

“Pembinaan dan peningkatan kompetensi pekerja konstruksi merupakan suatu keharusan untuk membangun infrastruktur yang baik serta menghindari terjadinya kegagalan konstruksi,” jelasnya.

Diikuti oleh 57 orang peserta, dengan rincian 14 orang peserta uji Operator Crawler Crane dan 43 orang peserta uji Teknisi Presstressing Equipment. Para peserta yang dinyatakan lulus berhak mendapatkan Sertifikat Kompetensi Terampilan tingkat I hingga III.

Dimana, dalam penyelenggaraan ini, Ditjen Bina Konstruksi melalui Balai Material dan Peralatan Konstruksi bekerjasama dengan AP3I dan PT Super Krane Mitra Utama dan PT Wika Beton, dalam hal penyediaan alat-alat pendukung dalam kegiatan uji, maupun untuk peserta uji itu sendiri.

PT. Superkrane Mitra Utama merupakan salah satu Kontraktor Heavy Lifting yang sudah berpengalaman di pengangkatan Girder, proyek-proyek signifikan PUPR seperti Ruas LRT Adhi Karya, Beberapa ruas Tol Sumatera-Waskita, Proyek Tol WIKA, dan lain-lain. 


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Mukhlison

didi
21-09-2018 17:40