Main Menu

Bawaslu Usulkan TPS di Wilayah Terdampak Asap Dipindahkan

Ervan
29-10-2015 05:43

Anggota Bawaslu Nasrullah (ANTARA/Agung Rajasa)

Jakarta, GATRAnews - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan di sejumlah daerah di Indonesia berpotensi mengganggu penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada awal Desember nanti. Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Nasrullah tak menutup mata  akan ancaman yang masuk kategori bencana alam itu.

 

Menurutnya, Bawaslu telah menyiapkan opsi untuk melancarkan pesta demokrasi di daerah terpapar asap. Salah satunya dengan merelokasi tempat pemungutan suara (TPS) lebih dekat ke pemilih. Sehingga, pemilik suara tak perlu jauh-jauh mendatangi TPS.

 

"Lokasi TPS, bisa jadi dipindahkan saja yang bisa dijangkau masyarakat sekitarnya," ujar Nasrullah di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (28/10). 

 

Masyarakat di daerah terpapar asap yang hendak memilih, tak perlu berjalan jauh dari rumah mereka. Sementara opsi kedua, Nasrullah memproyeksikan pemindahan pemilih ke lokasi yang lebih aman. Urgensinya, sebisa mungkin tidak ada penundaan dalam Pilkada serentak. 

 

Pemindahan itu sejalan dengan sinyal pemmerintah melakukan evakuasi korban asap ke daerah aman. Hal serupa juga pernah dilakukan saat pemilihan di Sinabung. Masyarakat dievakuasi dan dibaangun TPS darurat untuk memilih.

 

"Sinabung kan dulu begitu. Itu dievakuasi, lalu mereka ditempatkan di titik tertentu," imbuhnya.

 

Opsi-opsi itu adalah bagian lain dari solusi pesta demokrasi di daerah yang dilanda bencana alam. Nasrullah sendiri memfokuskan pengawasan pada dua hal yang dianggapnya sangat krusial, yakni distribusi dan penghhitungan suara. Kedua hal tersebut perlu mendapat perhatian lebih, mengingat jika tak ada surat suara maka tak bisa dilakukan pemilihan.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
29-10-2015 05:43